Banjir Jakarta 9 Maret 2026: 16 RT dan 2 Jalan Masih Tergenang, Air Berangsur Surut

Senin, 9 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, genangan banjir merendam permukiman warga di wilayah Jakarta Barat.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, genangan banjir merendam permukiman warga di wilayah Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Banjir masih mengepung sejumlah kawasan DKI Jakarta hingga Senin pagi (9/3/2026) pukul 06.00 WIB.

Data terbaru BPBD DKI Jakarta menunjukkan genangan air masih merendam 16 rukun tetangga (RT) serta dua ruas jalan utama dengan ketinggian mencapai 30 hingga 90 sentimeter.

Meski begitu, situasi banjir di ibu kota mulai menunjukkan tanda-tanda surut setelah sebelumnya sempat meluas dan mencapai puncaknya pada Minggu (8/3/2026).

Petugas gabungan kini terus bekerja di lapangan untuk mempercepat surutnya genangan dan memulihkan aktivitas warga yang sempat terganggu akibat banjir.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, tim petugas terus memantau situasi di lapangan.

“Namun saat ini kondisi banjir sudah mulai berangsur surut,” ujar Yohan, Senin (9/3/2026).

Puncak Banjir Sempat Rendam 148 RT di Jakarta

Sebelumnya, banjir besar sempat meluas di Jakarta pada Minggu (8/3/2026) siang. Saat itu BPBD mencatat 148 RT dan 20 ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur terendam air.

Data tersebut menjadi puncak kejadian banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026).

Namun seiring waktu, genangan mulai surut setelah petugas melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan.

Penyebab Banjir: Hujan Deras dan Sungai Meluap

BPBD DKI Jakarta menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama banjir yang melanda sejumlah wilayah ibu kota.

Selain itu, meluapnya beberapa sungai yang melintasi Jakarta juga memperparah kondisi genangan.

“Penyebab banjir karena hujan deras di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya serta meluapnya sejumlah sungai,” kata Yohan.

Petugas Kerahkan Pompa dan Penyedotan Air

Untuk mempercepat surutnya genangan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel di berbagai titik banjir.

Petugas juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya:

  • Dinas Sumber Daya Air (SDA)
  • Dinas Bina Marga
  • Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat)

Tim gabungan tersebut melakukan penyedotan air, pembersihan saluran air, serta memastikan drainase berfungsi optimal.

Langkah ini dilakukan agar genangan cepat surut dan aktivitas warga kembali normal.

Baca Juga :  Kasus Air Keras Siswa SMK di Cempaka Putih Alami Cedera Mata, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap potensi genangan susulan, terutama jika hujan kembali turun.

Warga diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat.

Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan 112.

Nomor tersebut gratis dan beroperasi 24 jam penuh untuk penanganan bencana di Jakarta.

Daftar Wilayah Jakarta yang Masih Terdampak Banjir

Jakarta Barat (16 RT)

  • Kelurahan Duri Kosambi 4 RT, Ketinggian air: 30–80 cm
  • Kelurahan Rawa Buaya 7 RT, Ketinggian air: 60–90 cm
  • Kelurahan Jelambar 1 RT, Ketinggian air: 30 cm
  • Kelurahan Kembangan Selatan 2 RT, Ketinggian air: 50 cm
  • Kelurahan Kembangan Utara 2 RT, Ketinggian air: 40–60 cm

Dua Ruas Jalan di Jakarta Masih Tergenang

Selain permukiman warga, banjir juga masih menggenangi dua ruas jalan utama di Jakarta Barat, yaitu:

  • Jalan Kapuk Muara Raya – Kelurahan Kapuk Muara
  • Lampu Merah Luar Kembangan Raya – Kelurahan Kembangan Selatan

Genangan di dua titik tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan pada pagi hari. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026
Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku
Jasad Pria dengan Luka Tembak di Kepala Ditemukan di Jaksel, Polisi Selidiki Senjata Api
Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong
Program MBG Dievaluasi, 1.512 SPPG Dihentikan Belum Punya Sertifikat Higiene

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:20 WIB

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:17 WIB

Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku

Berita Terbaru

Struktur adalah takdir. Melalui lensa Neo-Realisme Kenneth Waltz, kita memahami bahwa konflik dunia bukan disebabkan oleh sifat jahat manusia, melainkan oleh sistem internasional yang memaksa setiap negara untuk terus waspada demi bertahan hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:20 WIB

Politik adalah cermin manusia. Melalui kacamata Realisme Klasik Hans Morgenthau, kita memahami bahwa konflik global bukan sekadar masalah teknis diplomatik, melainkan manifestasi dari dorongan biologis manusia untuk mendominasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:19 WIB