Bareskrim Bongkar Sindikat Phishing Internasional, Raup Rp25 Miliar dari Jual Tools Hacker

Rabu, 15 April 2026 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kadivhumas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. (Posnews/Ist)

Kadivhumas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sukses membongkar sindikat penjualan phishing tools lintas negara yang meraup keuntungan fantastis hingga Rp25 miliar.

Dua tersangka berinisial GWL dan FYTP diringkus di Kupang pada Kamis (9/4/2026).

Pengungkapan ini langsung menggegerkan dunia siber. Pasalnya, jaringan tersebut terbukti menjual alat peretasan canggih yang bisa menguras data korban secara diam-diam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terbongkar dari Patroli Siber, Jual Tools Lewat Website dan Telegram

Kasus ini terkuak dari patroli siber intensif yang dilakukan aparat. Polisi menemukan situs mencurigakan yang menjual script phishing melalui platform w3llstore.com.

Selanjutnya, penyidik menelusuri alur distribusi dan menemukan bahwa tools tersebut dipasarkan melalui bot Telegram dengan sistem transaksi berbasis kripto.

Kadivhumas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa tools tersebut sangat berbahaya karena dirancang untuk mencuri data sensitif korban.

“Tools ini mampu mencuri kredensial hingga mengambil alih akun korban tanpa perlu kode OTP,” tegasnya.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Tiga Admin Ditangkap di Jakarta Utara

Modus Sadis: Sedot Data, Bajak Akun Tanpa Jejak

Lebih lanjut, polisi mengungkap cara kerja tools ini. Saat korban memasukkan username dan password di halaman palsu, sistem langsung menyedot data secara real-time.

Tak hanya itu, pelaku juga bisa mengambil session login korban. Artinya, akun bisa langsung dibajak tanpa terdeteksi sistem keamanan tambahan.

Kejahatan ini terbukti menyasar korban dari berbagai negara, menjadikannya sebagai kejahatan siber transnasional yang sangat berbahaya.

Libatkan FBI, Korban Tembus Amerika Serikat

Dalam pengungkapan ini, Federal Bureau of Investigation turut dilibatkan. Kolaborasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi korban di Amerika Serikat serta menelusuri jaringan global pengguna tools tersebut.

Polisi memastikan, korban tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga luar negeri, memperkuat fakta bahwa sindikat ini beroperasi lintas negara.

Dari hasil penyidikan, GWL diketahui berperan sebagai otak sekaligus pembuat phishing tools. Ia juga mengelola sistem distribusi.

Sementara itu, FYTP bertugas mengatur aliran dana hasil kejahatan melalui kripto dan rekening bank.

Baca Juga :  Tersangka Narkoba Dilimpahkan Serentak, Bareskrim Serahkan ke Kejari Dumai dan Medan

Modus transaksi pun berubah. Awalnya melalui website, lalu beralih ke Telegram untuk menghindari pelacakan aparat.

Aset Rp4,5 Miliar Disita, Total Keuntungan Rp25 Miliar

Sebagai tindak lanjut, polisi menyita aset senilai Rp4,5 miliar berupa rumah, kendaraan, dan perangkat elektronik.

Berdasarkan penelusuran transaksi sejak 2021 hingga 2026, kedua tersangka diperkirakan telah meraup keuntungan hingga Rp25 miliar dari bisnis ilegal ini.

Johnny menegaskan, pengungkapan ini menjadi bukti komitmen Polri dalam menjaga keamanan ruang digital.

“Ini menunjukkan kejahatan siber berdampak luas dan lintas negara. Kami akan terus menindak tegas pelaku,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan siber.

Saat ini, penyidik masih memburu pihak lain yang terlibat, termasuk para pembeli dan pengguna phishing tools tersebut.

Polisi memastikan akan mengusut jaringan ini hingga tuntas demi melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan digital yang semakin canggih dan brutal. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Laporan Masuk, Polda Metro Jaya Segera Periksa Hotman Paris
Prabowo Lantik Perwira TNI-Polri 2026, 4 Lulusan Terbaik Raih Adhi Makayasa
Kepala BGN Nanik Deyang Mundur, Prabowo Minta Tetap Awasi BGN
Bupati Lombok Barat Diduga Terima Rp10,8 Miliar dari 32 Proyek
Imigrasi Bongkar Modus 10 WNA, Perusahaan Fiktif Dipakai untuk Kejar Visa Eropa
Prada Arif Tewas dengan Luka Benda Tajam, 4 Terduga Pelaku Ditangkap
Kabel Penerangan Jalan Dipotong, Polisi Tangkap Pelaku di Tol Wiyoto Wiyono
Polemik Ucapan Hotman Paris Memanas, PWI Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:26 WIB

Dua Laporan Masuk, Polda Metro Jaya Segera Periksa Hotman Paris

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:14 WIB

Prabowo Lantik Perwira TNI-Polri 2026, 4 Lulusan Terbaik Raih Adhi Makayasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:50 WIB

Kepala BGN Nanik Deyang Mundur, Prabowo Minta Tetap Awasi BGN

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:18 WIB

Bupati Lombok Barat Diduga Terima Rp10,8 Miliar dari 32 Proyek

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:23 WIB

Imigrasi Bongkar Modus 10 WNA, Perusahaan Fiktif Dipakai untuk Kejar Visa Eropa

Berita Terbaru

Dominasi angka penjualan digital memperkuat alasan Sony menghentikan produksi kaset game fisik PlayStation mulai 2028. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kaset Fisik PlayStation Segera Punah Mulai 2028

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:30 WIB