Bupati Lombok Barat Diduga Terima Rp10,8 Miliar dari 32 Proyek

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KPK mengungkap dugaan korupsi 32 proyek di Lombok Barat yang menyeret Bupati Lalu Ahmad Zaini. (Posnews/Ist)

KPK mengungkap dugaan korupsi 32 proyek di Lombok Barat yang menyeret Bupati Lalu Ahmad Zaini. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan permainan proyek yang menyeret Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ).

Penyidik menduga praktik korupsi itu berkaitan dengan 32 paket proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Salah satu proyek yang masuk dalam penyidikan KPK adalah rehabilitasi Taman Kota Gerung atau Taman Kota Giri Menang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek tersebut dikerjakan dalam dua tahap dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp6,6 miliar.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan tahap pertama proyek itu bernilai Rp2,3 miliar pada tahun anggaran 2025.

Sementara itu, tahap kedua mencapai sekitar Rp4,3 miliar pada tahun anggaran 2026.

Selain proyek taman kota, KPK juga menemukan dugaan penyimpangan dalam pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten Lombok Barat senilai Rp2,4 miliar dan renovasi Kantor Bupati Lombok Barat senilai Rp1,7 miliar.

Baca Juga :  Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Prajurit Lapangan Kini Wakil Panglima TNI

“Kami menemukan adanya dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa yang melibatkan sejumlah proyek di Kabupaten Lombok Barat,” kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

KPK Bongkar Modus Pinjam Bendera

Dalam perkara ini, KPK menduga para pihak menggunakan modus pinjam bendera untuk mengatur pemenang proyek.

Perusahaan milik Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda), Sudirman, diduga menggunakan perusahaan lain untuk mengikuti proses pengadaan.

Dengan cara itu, perusahaan tersebut diduga tetap bisa menguasai sejumlah proyek tanpa tampil secara langsung sebagai peserta utama.

Selain proyek yang melalui tender, penyidik juga menduga praktik serupa terjadi dalam 28 paket pekerjaan melalui penunjukan langsung.

KPK menemukan paket-paket tersebut tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan PT Air Minum Giri Menang.

32 Proyek Bernilai Rp17,9 Miliar

Menurut Taufik, perusahaan yang dikendalikan Sudirman diduga meraup keuntungan sekitar Rp10,6 miliar dari 32 paket proyek.

Baca Juga :  Pasal 169 UU Pemilu Digugat ke MK, Advokat Soroti Potensi Nepotisme Capres-Cawapres

Total nilai kontrak 32 proyek tersebut mencapai sekitar Rp17,9 miliar.

KPK kemudian menggabungkan nilai tersebut dengan penerimaan dari proyek lainnya. Hasilnya, total nilai dugaan konflik kepentingan dalam perkara tersebut mencapai sekitar Rp41,7 miliar.

Tak hanya itu, KPK juga menduga Sudirman menyerahkan uang sekitar Rp10,8 miliar kepada Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.

Tiga Orang Jadi Tersangka

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam perkara tersebut.

Mereka yakni Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Sudirman, serta Direktur PT Meconel Sistim Instrument (MSI) Alvonsus Gani.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Lombok Barat dan Jakarta pada Senin (20/7/2026).

KPK kini melanjutkan penyidikan untuk mengungkap seluruh aliran uang dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya
Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab
Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September
Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung
Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa
Tragedi Gempa NTT, 1.245 Orang Jadi Korban dan 27.700 Warga Mengungsi
Menaker Yassierli Dorong Santunan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Modal Usaha
BEM UI Demo di Bundaran HI, Polisi Ingatkan Massa Jaga Kepentingan Warga

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa

Berita Terbaru

Xiaomi resmi meluncurkan Mijia Refrigerator Pro 600L Cross-Door Automatic Ice Maker di Tiongkok. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xiaomi Rilis Kulkas Mijia Pro 600L dengan Ice Maker

Rabu, 19 Agu 2026 - 11:07 WIB

Ugreen resmi mengumumkan penjualan charger Nexode Pro 100W four-port GaN di pasar Inggris, dilengkapi layar TFT dan dukungan pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Ugreen Rilis Charger Nexode Pro 100W Four-Port GaN

Rabu, 19 Agu 2026 - 10:54 WIB

Samsung dikabarkan bakal semakin agresif di pasar hape layar lipat tahun depan, dengan rencana menghadirkan lima model foldable sekaligus pada 2027. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Samsung Dikabarkan Rilis Lima Hape Layar Lipat Sekaligus

Rabu, 19 Agu 2026 - 09:48 WIB

HMD dikabarkan tengah mengembangkan featured phone lipat bernama HMD 2760 Flip 4G, terinspirasi Nokia 2760 Flip. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HMD 2760 Flip 4G Bocor, Ponsel Lipat Nostalgia dengan Android

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:38 WIB