Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 7,5 Ton Timah Bangka Selatan ke Malaysia

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Dittipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni menjelaskan kasus 7,5 ton timah ilegal. (Posnews/ist)

Direktur Dittipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni menjelaskan kasus 7,5 ton timah ilegal. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri terus membongkar kasus penyelundupan pasir timah ilegal ke Malaysia.

Terbaru, penyidik menyita satu unit kapal lengkap dengan mesin tempel yang diduga menjadi sarana awal pengangkutan timah ilegal dari wilayah Bangka Selatan.

Tim menyita kapal tersebut di Dermaga Kubu, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Kapal itu diduga berperan sebagai pengangkut dari daratan menuju titik temu di tengah laut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, muatan pasir timah dipindahkan ke kapal berkapasitas lebih besar sebelum diberangkatkan ke Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni, menegaskan penyitaan ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus sebelumnya.

“Kapal ini menjadi barang bukti baru hasil pengembangan penyidikan. Fungsinya sebagai sarana angkut dari darat ke tengah laut, lalu muatan dipindahkan ke kapal lain untuk dikirim ke Malaysia,” tegas Irhamni.

Baca Juga :  Ribuan Pelajar Keracunan MBG di Jawa Barat, Fortusis Tuntut Program Dihentikan

Berawal dari Pengungkapan 7,5 Ton Timah Ilegal

Kasus ini bermula dari terungkapnya penyelundupan 7,5 ton pasir timah ilegal pada 13 Oktober 2025.

Saat itu, otoritas maritim Malaysia mengamankan 11 anak buah kapal (ABK) yang menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi serta tanpa dokumen perjalanan maupun dokumen muatan resmi.

Selanjutnya, sebelas ABK tersebut dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pada 29 Januari 2026.

Dalam pengembangan perkara, penyidik juga mengamankan barang bukti pasir timah seberat 50 kilogram yang sebelumnya disisihkan oleh otoritas Malaysia.

Meski demikian, total muatan yang berhasil dikirim dalam satu kali pemberangkatan mencapai 7,5 ton.

“Barang bukti yang disisihkan sebanyak 50 kilogram. Namun, dalam sekali pengiriman jumlahnya mencapai 7,5 ton,” ungkap Irhamni.

Baca Juga :  BNN Geledah Kampung Bahari: 18 Orang Diciduk, Modus Sadis Wajib Coba Sabu

Alat Komunikasi Disita, Aktor Utama Diburu

Tidak berhenti di situ, penyidik turut menyita sejumlah alat komunikasi yang digunakan para pelaku. Saat ini, tim masih menganalisis perangkat tersebut untuk menelusuri jaringan dan mengungkap aktor utama yang diduga mengendalikan operasi dari wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Kasus penyelundupan pasir timah ilegal ini menjadi perhatian serius karena merugikan negara dan berdampak pada tata niaga serta lingkungan.

Selain itu, praktik ilegal lintas negara ini juga berpotensi melanggar ketentuan ekspor mineral yang diatur pemerintah.

Polri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas jaringan perdagangan timah ilegal hingga ke akar-akarnya.

Aparat memastikan akan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat sesuai hukum yang berlaku demi menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya
Anak Punk Pesta Miras di Cikarang, Cekcok Berujung FA Tewas Ditusuk 7 Kali
KN SAR Ramawijaya 240 Terbakar di Muara Baru, Tak Ada Korban Jiwa
Pekerja di Siak Diseret Harimau, Selamat Berkat Sorotan Lampu Alat Berat
Aksi Kekerasan OPM/KKB di Yahukimo Mengerikan, 3 Warga Sipil Tewas
Tragedi Ledakan Rumah Medan: Korban Terakhir Ditemukan, 3 Orang Tewas
Dua Laporan Masuk, Polda Metro Jaya Segera Periksa Hotman Paris
Brigpol Fredi Lukas Awes Tewas Diserang OTK di Yahukimo, Pelaku Diburu

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:01 WIB

Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

Anak Punk Pesta Miras di Cikarang, Cekcok Berujung FA Tewas Ditusuk 7 Kali

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:13 WIB

KN SAR Ramawijaya 240 Terbakar di Muara Baru, Tak Ada Korban Jiwa

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:03 WIB

Pekerja di Siak Diseret Harimau, Selamat Berkat Sorotan Lampu Alat Berat

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:05 WIB

Aksi Kekerasan OPM/KKB di Yahukimo Mengerikan, 3 Warga Sipil Tewas

Berita Terbaru

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Posnews/Humas PMJ)

HUKRIM

Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya

Jumat, 24 Jul 2026 - 17:01 WIB

Panggung politik Hungaria memanas. Mantan PM Viktor Orban merilis Pernyataan Perlawanan pasca-penggeledahan kantor partai Fidesz oleh pihak kejaksaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Jumat, 24 Jul 2026 - 14:22 WIB