Bareskrim Tangkap Istri dan Anak Bandar Narkoba Ko Erwin, Aset TPPU Disita

Kamis, 23 April 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri terus menggencarkan perburuan jaringan narkoba kelas kakap. Terbaru, aparat membongkar aliran uang haram milik bandar besar asal NTB, Erwin Iskandar.

Tak tanggung-tanggung, istri dan dua anaknya ikut terseret dan langsung dibekuk.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan timnya bergerak cepat dan tanpa kompromi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menangkap tiga tersangka, yakni Virda Virginia Pahlevi, Hadi Sumarho Iskandar, dan Christina Aurelia. Mereka terkait kuat dengan pencucian uang hasil bisnis narkoba Ko Erwin,” tegasnya, Kamis (23/4/2026).

Penangkapan berlangsung dramatis di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Sumbawa dan Mataram.

Baca Juga :  Festival Film Anak dan Remaja Next Scene Digelar di Taman Ismail Marzuki

Operasi ini melibatkan tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba dan Satgas NIC Bareskrim yang dipimpin Kombes Pol Handik Zusen serta Kombes Pol Kevin Leleury.

Polisi tak hanya menangkap pelaku, tetapi juga menyapu bersih aset yang diduga hasil kejahatan. Rumah, ruko, gudang, kendaraan hingga dokumen penting langsung disita.

Langkah ini menjadi bukti bahwa aparat tak sekadar memburu pelaku lapangan, tetapi juga memutus aliran uang haram yang menjadi “urat nadi” bisnis narkoba.

Lebih jauh, penyidik mengungkap peran masing-masing tersangka. Virda diduga menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset, sementara Hadi dan Christina ikut terlibat dalam penguasaan dan penyamaran hasil kejahatan.

Modusnya rapi, yakni menyamarkan uang narkoba ke dalam berbagai bentuk kepemilikan properti dan usaha.

Baca Juga :  Anak Pesisir Cilincing Pamerkan 107 Foto, Tunjukkan Wajah Asli Kampung Nelayan

Kasus ini pun membuka tabir kelam bagaimana jaringan narkoba tidak hanya merusak generasi, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi ilegal melalui praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Polisi menilai, jaringan Ko Erwin telah beroperasi secara sistematis dan terstruktur.

Sementara itu, penyidikan masih terus bergulir. Aparat kini memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat serta menelusuri aset tambahan yang kemungkinan disembunyikan di berbagai daerah.

Bareskrim memastikan perang melawan narkoba belum berakhir. Justru sebaliknya, operasi akan semakin diperluas untuk menghancurkan jaringan hingga ke akar—termasuk keluarga yang ikut menikmati hasil kejahatan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih
Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS
LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional
Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri
Xi Jinping dan Kim Jong Un Sepakati Strategis Baru
Pelaku Curi HP Saat Pintu Rumah Terbuka di Kembangan Ditangkap Polisi
Siri Bertenaga AI Meluncur: Kado Perpisahan Tim Cook

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:42 WIB

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:36 WIB

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:21 WIB

Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri

Berita Terbaru

Krisis kesehatan di Afrika Tengah. Republik Demokratik Kongo menghadapi peningkatan tajam kasus Ebola jenis Bundibugyo di tengah hambatan konflik bersenjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:48 WIB

Eskalasi berbahaya di Teluk. Pemerintah Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke pangkalan militer Amerika Serikat menyusul gempuran udara AS di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:42 WIB

Peralihan postur pertahanan. Partai LDP yang berkuasa di Jepang menyetujui draf revisi dokumen keamanan nasional guna memperkuat kemampuan ofensif militer. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Kamis, 11 Jun 2026 - 12:36 WIB