JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri terus menggencarkan perburuan jaringan narkoba kelas kakap. Terbaru, aparat membongkar aliran uang haram milik bandar besar asal NTB, Erwin Iskandar.
Tak tanggung-tanggung, istri dan dua anaknya ikut terseret dan langsung dibekuk.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan timnya bergerak cepat dan tanpa kompromi.
“Kami menangkap tiga tersangka, yakni Virda Virginia Pahlevi, Hadi Sumarho Iskandar, dan Christina Aurelia. Mereka terkait kuat dengan pencucian uang hasil bisnis narkoba Ko Erwin,” tegasnya, Kamis (23/4/2026).
Penangkapan berlangsung dramatis di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Sumbawa dan Mataram.
Operasi ini melibatkan tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba dan Satgas NIC Bareskrim yang dipimpin Kombes Pol Handik Zusen serta Kombes Pol Kevin Leleury.
Polisi tak hanya menangkap pelaku, tetapi juga menyapu bersih aset yang diduga hasil kejahatan. Rumah, ruko, gudang, kendaraan hingga dokumen penting langsung disita.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini menjadi bukti bahwa aparat tak sekadar memburu pelaku lapangan, tetapi juga memutus aliran uang haram yang menjadi “urat nadi” bisnis narkoba.
Lebih jauh, penyidik mengungkap peran masing-masing tersangka. Virda diduga menjadi bagian penting dalam pengelolaan aset, sementara Hadi dan Christina ikut terlibat dalam penguasaan dan penyamaran hasil kejahatan.
Modusnya rapi, yakni menyamarkan uang narkoba ke dalam berbagai bentuk kepemilikan properti dan usaha.
Kasus ini pun membuka tabir kelam bagaimana jaringan narkoba tidak hanya merusak generasi, tetapi juga membangun kekuatan ekonomi ilegal melalui praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Polisi menilai, jaringan Ko Erwin telah beroperasi secara sistematis dan terstruktur.
Sementara itu, penyidikan masih terus bergulir. Aparat kini memburu pelaku lain yang diduga ikut terlibat serta menelusuri aset tambahan yang kemungkinan disembunyikan di berbagai daerah.
Bareskrim memastikan perang melawan narkoba belum berakhir. Justru sebaliknya, operasi akan semakin diperluas untuk menghancurkan jaringan hingga ke akar—termasuk keluarga yang ikut menikmati hasil kejahatan. (red)
Editor : Hadwan


















