Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

KINSHASA, POSNEWS.CO.ID – Otoritas kesehatan Republik Demokratik Kongo melaporkan lonjakan kasus penularan virus Ebola secara signifikan pada hari Selasa kemarin. Sebab, jumlah kasus konfirmasi positif kini telah menembus angka 598 kasus dengan 115 korban jiwa.

Transmisi Komunitas dan Risiko Perluasan Wilayah

Pemerintah mencatat penambahan sebanyak 48 kasus konfirmasi baru dan 14 kasus kematian dalam laporan hari Senin kemarin. Akibatnya, data kumulatif menunjukkan adanya transmisi komunitas yang terus berjalan aktif dari minggu ke minggu.

Tiga pasien baru berhasil sembuh hingga membawa total pasien sembuh secara nasional menjadi 22 orang. Namun, otoritas memperingatkan potensi perluasan wilayah penularan jika petugas tidak segera melakukan tindakan pencegahan secara cepat.

Sementara itu, pasien sebanyak 297 orang kini menempati ruang isolasi ketat atau menjalani perawatan di rumah sakit. Angka perawatan darurat ini mencakup sebanyak 113 pasien terkonfirmasi positif serta 184 orang dengan status suspek.

Kendala Keamanan dan Keterbatasan Fasilitas Medis

Krisis kesehatan ini kian memburuk akibat konflik bersenjata yang masih berkecamuk di wilayah Provinsi Ituri. Sebab, aktivitas kelompok milisi bersenjata membatasi akses tim medis untuk menjangkau daerah terdampak yang berisiko tinggi.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau Pos Pengungsian Banjir di Bekasi, Polres Siagakan Pengamanan dan Bantuan

Kementerian Kesehatan Kongo pertama kali mengumumkan status darurat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo ini pada 15 Mei lalu. Selain itu, pusat pencegahan penyakit Uni Afrika memperingatkan adanya keterbatasan operasional yang sangat berat di lapangan.

Fasilitas kesehatan lokal di daerah terdampak menghadapi kondisi buruk dan kekurangan pasokan air bersih yang layak. Oleh karena itu, para petugas medis sangat membutuhkan bantuan alat pelindung diri dan tungku pembakar limbah.

Pada akhirnya, dunia internasional mendesak penanganan cepat untuk menghentikan penyebaran virus mematikan ini di Afrika Tengah.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru