KINSHASA, POSNEWS.CO.ID β Otoritas kesehatan Republik Demokratik Kongo melaporkan lonjakan kasus penularan virus Ebola secara signifikan pada hari Selasa kemarin. Sebab, jumlah kasus konfirmasi positif kini telah menembus angka 598 kasus dengan 115 korban jiwa.
Transmisi Komunitas dan Risiko Perluasan Wilayah
Pemerintah mencatat penambahan sebanyak 48 kasus konfirmasi baru dan 14 kasus kematian dalam laporan hari Senin kemarin. Akibatnya, data kumulatif menunjukkan adanya transmisi komunitas yang terus berjalan aktif dari minggu ke minggu.
Tiga pasien baru berhasil sembuh hingga membawa total pasien sembuh secara nasional menjadi 22 orang. Namun, otoritas memperingatkan potensi perluasan wilayah penularan jika petugas tidak segera melakukan tindakan pencegahan secara cepat.
Sementara itu, pasien sebanyak 297 orang kini menempati ruang isolasi ketat atau menjalani perawatan di rumah sakit. Angka perawatan darurat ini mencakup sebanyak 113 pasien terkonfirmasi positif serta 184 orang dengan status suspek.
Kendala Keamanan dan Keterbatasan Fasilitas Medis
Krisis kesehatan ini kian memburuk akibat konflik bersenjata yang masih berkecamuk di wilayah Provinsi Ituri. Sebab, aktivitas kelompok milisi bersenjata membatasi akses tim medis untuk menjangkau daerah terdampak yang berisiko tinggi.
Kementerian Kesehatan Kongo pertama kali mengumumkan status darurat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo ini pada 15 Mei lalu. Selain itu, pusat pencegahan penyakit Uni Afrika memperingatkan adanya keterbatasan operasional yang sangat berat di lapangan.
Fasilitas kesehatan lokal di daerah terdampak menghadapi kondisi buruk dan kekurangan pasokan air bersih yang layak. Oleh karena itu, para petugas medis sangat membutuhkan bantuan alat pelindung diri dan tungku pembakar limbah.
Pada akhirnya, dunia internasional mendesak penanganan cepat untuk menghentikan penyebaran virus mematikan ini di Afrika Tengah.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa













