BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 1–7 November 2025: Jakarta, Jabar dan Banten Siaga Banjir

Minggu, 2 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Awan gelap dan hujan di kawasan Jakarta, ilustrasi peringatan cuaca BMKG. (Posnews/Net)

Ilustrasi, Awan gelap dan hujan di kawasan Jakarta, ilustrasi peringatan cuaca BMKG. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) resmi mengibarkan peringatan keras. Warga wajib semakin waspada melihat kondisi cuaca seminggu ke depan jika melakukan aktivitas di luar rumah.

Cuaca ekstrem diprediksi menerjang sejumlah wilayah Indonesia dalam periode 1–7 November 2025. Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, hingga Papua masuk zona rawan hujan superlebat yang bisa memicu banjir bandang sampai longsor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami minta masyarakat lebih siaga, bukan sekadar waspada. Ada potensi hujan lebat, sangat lebat bahkan ekstrem,” tegas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Minggu (2/11/2025).

Baca Juga :  Ratusan Warga Kampung Sepatan Cilincing Mengungsi di Boks Container Akibat Banjir Jakut

Wilayah Rawan Disapu Cuaca Ekstrem

Dwikorita menjelaskan, curah hujan tinggi bakal mengintai Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Papua, serta berpotensi meluas ke Maluku Utara dan sebagian Sulawesi.

Sementara kategori hujan sedang hingga lebat diprediksi mengguyur hampir seluruh Indonesia mulai Aceh, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Intensitas ini bisa melonjak mendadak menuju kategori ekstrem,” tandasnya.

Alarm Serius Musim Hujan 2025–2026

Menurut BMKG, pola cuaca saat ini memasuki puncak risiko. Sebelumnya, Bali sudah diguyur hujan ekstrem mencapai 385 milimeter saat fase peralihan musim. Kini, Indonesia resmi masuk periode musim hujan dengan risiko bencana hidrometeorologi meningkat tajam.

Baca Juga :  Rano Karno Ajak Warga Bergotong Royong Jaga Jakarta Pasca Unjuk Rasa

Potensi ekstrem semakin tinggi mulai awal November hingga Februari 2026,” ujar Dwikorita.

BMKG meminta pemda dan masyarakat, terutama di daerah bantaran sungai, lereng perbukitan, dan kawasan rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan disebut wajib diperketat.

Kalau hujan deras berjam-jam, segera evakuasi mandiri. Jangan tunggu banjir kiriman atau tebing runtuh,” tegas BMKG. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat
Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik
Prakiraan Cuaca 16 Juni 2026, Jakarta Berawan Seharian, Hujan Intai Bogor
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama
Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak
Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung
KP2MI Kawal Kasus TKW Dianiaya di Johor Bahru, Korban Kini di Rumah Aman

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:03 WIB

Program MBG Berubah, BGN Sesuaikan Insentif Berdasarkan Jumlah Penerima Manfaat

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:49 WIB

Deddy Sitorus Balas PSI, PDIP Sebut Jokowi Jadi Studi Kasus Politik

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:42 WIB

Prakiraan Cuaca 16 Juni 2026, Jakarta Berawan Seharian, Hujan Intai Bogor

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 15:32 WIB

Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama

Berita Terbaru