BNN Ungkap 85 Persen Kasus Narkoba Remaja Berawal dari Tongkrongan

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto memberikan peringatan soal bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa saat acara Bersinar di Cibubur. Dok: BNN

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto memberikan peringatan soal bahaya narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa saat acara Bersinar di Cibubur. Dok: BNN

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyebut peredaran narkotika kini semakin gila. Para jaringan narkoba melakukan segala cara agar narkotika bisa masuk di kalangan remaja.

Kini barang haram itu kian marak menyusup ke kalangan remaja, terutama pelajar dan mahasiswa. Ironisnya, pintu masuknya bukan di diskotek atau tempat hiburan malam, melainkan di tongkrongan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 85,5 persen kasus penyalahgunaan narkoba pada anak dan remaja berawal dari tempat nongkrong. Di sanalah mereka mulai terpapar dan ditawari barang haram,” tegas Komjen Suyudi dalam acara Kemah Kebangsaan Bersih Narkoba (Bersinar) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025).

Menurut Suyudi, modusnya sederhana tapi mematikan. Awalnya hanya obrolan santai, lalu muncul tawaran mencoba barang terlarang.

Setelah itu, mereka diajak menggunakan narkoba bersama-sama hingga akhirnya kecanduan.

Baca Juga :  BNN Ungkap Lonjakan 1.400 Jenis Narkotika Baru di Sidang CND Wina - Waspada Narkotika Sintetis

Melihat situasi ini, BNN mengingatkan orang tua, guru, dan dosen agar tidak tinggal diam. Ia menegaskan, pengawasan di sekitar sekolah dan kampus harus diperketat.

“Peran keluarga, sekolah, dan kampus wajib diperkuat. Jangan cuek! Guru dan dosen harus berani meninjau tempat nongkrong siswa dan mahasiswa. Lihat apa yang mereka lakukan di sana, jangan sampai terlambat,” tegasnya.

Suyudi menambahkan, BNN tidak melarang anak muda untuk bergaul. Namun, orang tua harus tahu betul isi kegiatan anaknya.

“Nongkrong boleh, asal positif. Tapi kalau mulai mencurigakan, seperti menghisap atau mengonsumsi sesuatu yang aneh, segera tindak! Jangan diam saja,” ujarnya tegas.

Keluarga dan Lembaga Pendidikan Rangkul Remaja Korban Narkoba.

Selain pencegahan, Suyudi juga meminta keluarga dan lembaga pendidikan merangkul remaja yang sudah terlanjur menjadi korban narkoba. Mereka bukan penjahat, melainkan korban yang perlu diselamatkan.

Baca Juga :  Mami Dewi Astutik Diciduk di Sihanoukville, Kamboja - BNN Bongkar Jaringan Narkoba Rp5 Triliun

“Jangan jadikan aib. Rangkul mereka, ajak rehabilitasi. BNN siap bantu di berbagai daerah,” katanya.

BNN, lanjut Suyudi, memiliki pusat rehabilitasi terbesar di Lido, serta beberapa tempat lain di Sumatera Utara, Lampung, dan berbagai klinik lokal di bawah IPWL, Puskesmas, serta rumah sakit rujukan Kementerian Kesehatan.

“Kami juga bekerja sama dengan tokoh agama dan masyarakat lewat program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Lebih jauh, Suyudi menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin ketujuh tentang reformasi hukum dan ketahanan bangsa.

“Perang melawan narkoba adalah perjuangan kemanusiaan. Pengguna bukan penjahat, tapi korban yang harus disembuhkan lewat rehabilitasi, bukan dipenjara,” tandas mantan Kapolda Banten itu. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maut di Tol Jagorawi! Jeep Mercedes Hantam Trailer, 2 Orang Tewas
Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru
Peta Misterius Antar Bareskrim ke Semak, 1.400 Vape Etomidate Ditemukan
Miris! Korban KDRT di Pademangan Tunggu Kejelasan Kasus Sejak Maret
Bareskrim Bekuk Basri di Johor Bahru, Uang SGD dan Rekapan Narkoba Disita
Buruan Bareskrim Tertangkap! Basri Lewaimang Dibekuk di Johor Bahru
Bocah Bersimbah Darah di Jalan Solear, Polisi Amankan Teman Korban
Potongan Kaki Diduga Korban Mutilasi Ditemukan di Kali Grogol Depok

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Maut di Tol Jagorawi! Jeep Mercedes Hantam Trailer, 2 Orang Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Peta Misterius Antar Bareskrim ke Semak, 1.400 Vape Etomidate Ditemukan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Miris! Korban KDRT di Pademangan Tunggu Kejelasan Kasus Sejak Maret

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Bareskrim Bekuk Basri di Johor Bahru, Uang SGD dan Rekapan Narkoba Disita

Berita Terbaru

Uni Emirat Arab membekukan seluruh kegiatan perdagangan dan transaksi keuangan dengan Iran setelah ancaman serangan rudal balistik kembali mencuat di Teluk Persia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran

Jumat, 21 Agu 2026 - 15:15 WIB