Bocah SD di Ngada NTT Meninggal, Permintaan Buku Tulis Tak Terpenuhi

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SD di Ngada NTT Tewas, Diduga Kecewa Tak Dibelikan Buku dan Pulpen. (Posnews/Ist)

Siswa SD di Ngada NTT Tewas, Diduga Kecewa Tak Dibelikan Buku dan Pulpen. (Posnews/Ist)

NGADA, POSNEWS.CO.ID – Tragedi memilukan terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) mengakhiri hidupnya setelah kecewa permintaan sederhana tak terpenuhi.

Dugaan sementara, korban nekat gantung diri karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk sekolah oleh ibunya yang hidup dalam kesulitan ekonomi.

Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, mengatakan malam sebelum kejadian, YBR meminta uang kepada ibunya untuk membeli alat tulis.

Namun sang ibu tak mampu memenuhi permintaan itu karena keluarga sedang sulit secara finansial.

Dion menjelaskan, korban sehari-hari tinggal bersama neneknya di desa tetangga dan sempat menginap di rumah ibunya malam sebelum kejadian.

Baca Juga :  Gubernur DKI Tinjau Pelican Crossing Stasiun Cikini, Akses Warga Kini Lebih Mudah

“Menurut pengakuan ibunya, itu permintaan terakhir korban sebelum meninggal,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga korban memang berada dalam kondisi ekonomi berat. Ibunya harus menanggung lima anak sendirian, sementara ayah korban sudah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.

Tubuh YBR ditemukan tergantung di pohon cengkih pada Kamis, 29 Januari 2026. Saat evakuasi, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban.

Surat itu ditujukan kepada ibunya dan mencerminkan kekecewaan emosional anak.

Kepala Seksi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat tersebut ditulis oleh YBR. “Surat itu betul, petugas menemukan surat itu, anak itu yang menulis,” ujarnya.

Baca Juga :  Pendaftaran Ulang Pedagang Eks Barito di SFK Lenteng Agung Dimulai, Tak Daftar Hilang Kios

Kasus ini juga menarik perhatian publik dan pejabat nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan prihatin dan menegaskan tragedi itu menjadi perhatian serius pemerintah, terutama dalam upaya memperkuat pendampingan sosial dan data keluarga rentan agar tidak ada warga yang luput dari jangkauan program bantuan.

Selain itu, anggota Komisi X DPR RI menyebut kejadian ini sebagai alarm keras bagi dunia pendidikan nasional, menekankan bahwa negara harus hadir memastikan kebutuhan pendidikan dasar seperti alat tulis dapat terpenuhi bagi semua anak. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam
OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan
Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan
Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan
Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas
Memecahkan Dilema Darwin: Jejak Hewan Pertama
Bagaimana 382 Kilogram Batu Bulan Mengubah Tata Surya?
Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:29 WIB

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:04 WIB

OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:42 WIB

Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:24 WIB

Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:24 WIB

Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas

Berita Terbaru