Bongkar Penyalahgunaan Izin Sewa Kios, Perumda Pasar Jaya Perketat Pengawasan

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Pramuka. Dok: PD Pasar Jaya

Pasar Pramuka. Dok: PD Pasar Jaya

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penyalahgunaan izin sewa kios di pasar serta lokasi binaan sudah lama terjadi di Jakarta dan hal ini dilakukan untuk mempermudah menyewakan ke pihak ketiga.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk membongkar dan memberantas penyalahgunaan izin sewa kios di pasar serta lokasi binaan.

Temuan di lapangan menunjukkan adanya praktik penyewaan kios kepada pihak ketiga tanpa izin resmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perumda Pasar Jaya langsung bertindak cepat. Manajemen menegaskan akan memperkuat sistem pengawasan internal dan menertibkan oknum pelaku penyalahgunaan.

Perumda Pasar Jaya Tegas Larang Alih Sewa Kios

Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Fahrizal Irfan, mengatakan bahwa setiap bentuk penyewaan kembali kios kepada pihak lain tanpa izin resmi melanggar aturan.

Pelanggaran tersebut tercantum dalam Perda DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2018 Pasal 9 ayat (3) huruf c serta Perjanjian Pemakaian Tempat Usaha (PPTU) antara pedagang dan Perumda Pasar Jaya.

“Ketentuan ini tegas melarang pengalihan, penyerahan, maupun penyewaan kios kepada pihak lain dalam bentuk apa pun,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Posnews.co.id.

Baca Juga :  Yuk! Nonton Orkestra Angklung dari 40 Negara di Kota Tua Jakarta pada Hari Minggu Besok, Gratis

Irfan menegaskan, Perumda Pasar Jaya berkomitmen menjaga ketertiban pengelolaan pasar dan melindungi kepentingan pedagang sah sesuai aturan hukum.

Oknum Sewakan Kios Secara Ilegal di Pasar Pramuka

Terkait dugaan sewa ilegal di Pasar Pramuka, Irfan menyebut praktik itu dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab dan bertindak di luar sepengetahuan manajemen.

“Tindakan mereka tidak mencerminkan kebijakan perusahaan dan justru merugikan pedagang kecil yang berhak atas kios secara sah,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata, Perumda Pasar Jaya memperketat pengawasan dan terus menelusuri pihak yang terlibat. Petugas juga sudah memberi peringatan keras kepada pedagang agar tidak menyewakan kios kembali.

“Kami tidak akan mentolerir praktik yang merugikan pedagang. Seluruh kebijakan pengelolaan pasar harus berjalan profesional, adil, dan transparan,” kata Irfan.

Pemprov DKI Siapkan Solusi Lewat Sentra Fauna Lenteng Agung

Langkah tegas juga datang dari Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo. Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan di Pasar Barito, Jakarta Selatan, menunjukkan penyalahgunaan izin sewa kios mencapai 58,9 persen.

Baca Juga :  Dari Kotak Besi Abad Pertengahan hingga Algoritma RSA

“Di satu lokasi binaan, ada pedagang yang menguasai 10 hingga 15 kios. Kios itu lalu disewakan kembali ke pedagang kecil lain. Ini jelas merugikan,” tegas Ratu.

Untuk mengakhiri praktik tersebut, Pemprov DKI menyiapkan Sentra Fauna Lenteng Agung sebagai pusat perdagangan fauna yang tertib dan berkeadilan.

Ratu menjelaskan, pedagang Pasar Barito mendapat prioritas relokasi dan paket insentif menarik, antara lain bebas sewa enam bulan pertama, kemudahan izin usaha, serta pendampingan manajemen dan akses pembiayaan.

“Sentra Fauna Lenteng Agung kami desain sebagai rumah baru bagi para pedagang,” katanya.

Pemprov DKI Ajak Pedagang Bangun Ekosistem Dagang Sehat

Ratu berharap langkah ini bisa mengakhiri monopoli kios dan menciptakan pasar yang lebih bersih, aman, dan nyaman.

“Kami berkomitmen membangun ekosistem dagang yang sehat dan adil. Mari kita wujudkan Sentra Fauna Lenteng Agung bersama-sama,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi
Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan
Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional
Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka
Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia
Usia Pensiun Polri Naik, Wamenkum Jelaskan Isi Revisi UU Polri
Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor
KPK Sita Valas dan Rekening Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Edison di Muara Enim

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:46 WIB

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:40 WIB

Polda Metro Sikat 141 Curanmor, 317 Ditangkap – Muncul Pertanyaan Efektivitas Pencegahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:39 WIB

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:46 WIB

Rekrutmen Disabilitas Polri Diperluas, Jabatan Struktural Mulai Dibuka

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:24 WIB

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Berita Terbaru

Pesan kemanusiaan dari Beirut. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan seruan langsung yang langka kepada Israel untuk menghentikan perang dan memulai jalur diplomasi resmi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Lebanon Joseph Aoun Desak Jalur Diplomasi

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:46 WIB

Ilustrasi, Pesan kemanusiaan dari Madrid. Paus Leo XIV menyampaikan pidato bersejarah di hadapan parlemen Spanyol untuk membela hak migran dan hukum internasional di tengah polarisasi politik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:39 WIB

Saling balas serangan di hulu energi. Ukraina membombardir terminal minyak utama Rusia sementara Roman Abramovich terungkap menjadi utusan damai rahasia antara Kyiv dan Moskow. Dok: (Ukrainian Emergency Service via AP)

INTERNASIONAL

Ukraina Gempur Depot Minyak Rusia di Tengah Mediasi Rahasia

Selasa, 9 Jun 2026 - 15:24 WIB