JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Utara mulai memperkuat pendidikan karakter bagi anak usia dini melalui program Dharma Wanita Satpol PP Mengajar.
Program yang diinisiasi Satpol PP DKI Jakarta dan didukung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini digelar rutin setiap pekan untuk menanamkan disiplin, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kepala Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara Budhy Novian mengatakan, tahap awal program difokuskan di seluruh PAUD negeri sebelum diperluas ke PAUD swasta di wilayah Jakarta Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama satu minggu ini kami memprioritaskan edukasi di PAUD negeri. Setelah itu baru menyasar PAUD swasta,” ujar Budhy kepada Posnews, di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Selasa (28/7/2026).
Tanamkan Disiplin, Antibullying, dan Peduli Lingkungan
Budhy menjelaskan, Satpol PP tidak hanya mengenalkan tugasnya kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan karakter positif sejak dini.
Melalui program ini, anak-anak belajar memilah sampah, menjaga ketertiban, menghargai perbedaan, mencegah perundungan (bullying), serta mengenali tindakan pelecehan.
“Materinya meliputi pemilahan sampah, tertib di kota, toleransi, pencegahan pelecehan, dan antisipasi bullying,” jelasnya.
Satpol PP Jakarta Utara Gelar Program Setiap Pekan
Budhy menegaskan program ini bukan kegiatan seremonial.
Satpol PP Jakarta Utara menjadwalkan program ini setiap pekan untuk menanamkan disiplin dan kepedulian sosial pada anak.
Satpol PP Jakarta Utara memulai program ini pada 24 Juli 2026 di TK Negeri Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok.
Setelah itu, Satpol PP melanjutkan kegiatan ke sejumlah PAUD di Penjaringan dan Pademangan sebelum menjangkau seluruh wilayah Jakarta Utara.
Personel Satpol PP bersama anggota Dharma Wanita yang telah mendapat pelatihan khusus menjadi pengajar dalam program tersebut.
Budhy berharap program ini membentuk anak-anak yang disiplin, peduli lingkungan, berani berpendapat, dan saling menghormati sejak dini.
“Kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan sekaligus mendorong anak-anak berani menyampaikan sesuatu jika menghadapi masalah,” tutupnya. **
Editor : Hadwan













