JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β Kehadiran cacing parasit seperti cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing kremi biasanya memicu rasa ngeri. Namun, bagi John Turton, makhluk ini adalah kunci kesembuhan. Pada pertengahan 1970-an, peneliti asal Inggris ini sengaja menginfeksi dirinya sendiri dengan cacing tambang. Ia melakukan tindakan ekstrem ini untuk meredakan penyakit hay fever kronis yang ia derita.
Hasilnya mengejutkan. Selama dua musim panas saat parasit tersebut menetap di tubuhnya, gejala alergi Turton berkurang drastis. Eksperimen mandiri ini menjadi dasar bagi para peneliti modern untuk memahami kekuatan penyembuhan dari makhluk yang sering kita anggap sebagai pengganggu.
Kontradiksi Temuan: Antara Pemicu dan Penyembuh
Upaya untuk memahami kekuatan parasit ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1913. Saat itu, Dr. W. Herrick dari Columbia University menemukan hubungan yang berbeda. Pekerja laboratorium yang terpapar cacing gelang Ascaris justru mengalami pembengkakan jari dan asma yang parah.
Sejak tahun 1970-an, para peneliti mencoba memecahkan teka-teki dari temuan yang saling bertentangan ini. Tujuannya adalah memanfaatkan kekuatan parasit untuk membebaskan orang dari alergi tanpa memperburuk kondisi kesehatan mereka. Helminth memang bertanggung jawab atas banyak penyakit mengerikan, namun pemahaman yang lebih jelas mengenai interaksinya dengan tubuh manusia menunjukkan potensi manfaat yang besar.
Studi Global: Hasil yang Beragam
Karena risiko yang tinggi, tidak ada peneliti yang berani mengikuti jejak Turton untuk menginfeksi diri sendiri. Sebagai gantinya, para ilmuwan mengamati populasi di negara-negara yang sudah terinfeksi secara alami. Fokus utama penelitian ini meliputi tiga kondisi: asma, eksim, dan hay fever.
Di Taiwan, sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi cacing kremi lebih jarang menderita hay fever. Sebaliknya, penelitian di Uganda menemukan bahwa bayi dari ibu yang terinfeksi helminth saat hamil memiliki risiko eksim yang lebih rendah. Namun, hasil di Ethiopia menunjukkan hal berbeda; anak-anak dengan cacing cambuk justru lebih rentan terkena eksim.
Dalam hal asma, cacing tambang terbukti menurunkan tingkat keparahan asma pada sekelompok warga Ethiopia. Manfaat serupa juga terlihat pada penderita asma di Brasil yang terinfeksi Schistosoma mansoni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rahasia di Balik Sistem Imun Manusia
Kunci utama hubungan antara alergi dan parasit terletak pada sistem imun manusia. Alergi terjadi karena respons imun yang terlalu aktif. Di sisi lain, helminth telah mengembangkan strategi untuk meredam respons imun kita agar mereka bisa bertahan hidup. Parasit ini telah berevolusi bersama manusia selama ribuan tahun.
Pada orang tanpa alergi, zat asing yang masuk ke tubuh akan memicu pelepasan sitokin sebagai alarm. Setelah itu, molekul lain akan keluar untuk mencegah respons imun bereaksi berlebihan. Salah satu molekul penjaga ini adalah interleukin-10.
Penderita alergi cenderung memiliki kadar interleukin-10 yang rendah, sehingga respons imun mereka sering kali tidak terkendali. Sebaliknya, orang yang terinfeksi helminth memiliki kadar molekul ini di atas rata-rata. Penelitian menunjukkan bahwa cacing melepaskan zat kimia tertentu yang memicu tubuh inang untuk memproduksi lebih banyak interleukin-10, menciptakan keseimbangan yang mencegah terjadinya reaksi alergi parah.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















