China dan Tanzania Hidupkan Kembali Jalur Kereta Legendaris

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

DAR ES SALAAM, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik yang telah terjalin selama enam dekade antara China dan Tanzania kini memasuki babak baru yang lebih pragmatis. Pada hari Sabtu, kedua negara merilis komunike pers bersama yang menandai komitmen kuat untuk mensinergikan strategi pembangunan nasional mereka.

Kesepakatan ini lahir setelah pertemuan intensif antara Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Tanzania Mahmoud Thabit Kombo di Dar es Salaam. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk tidak hanya bernostalgia tentang sejarah, tetapi juga mengeksekusi konsensus strategis yang telah dicapai oleh kepala negara masing-masing.

Baca Juga :  Xi Jinping dan To Lam Sahkan Kemitraan Strategis Tingkat Tinggi

Menghidupkan Kembali Urat Nadi Ekonomi

Poin paling krusial dalam komunike tersebut adalah “lampu hijau” bagi proyek revitalisasi Kereta Api TAZARA (Tanzania-Zambia Railway). Sebagai langkah nyata, kedua pihak menyambut baik dimulainya proyek peremajaan jalur legendaris yang dibangun China pada tahun 1970-an ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah China dan Tanzania bahkan sedang menjajaki kemungkinan menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi “Sabuk Kemakmuran Kereta Api TAZARA” dalam waktu dekat. Tujuannya jelas: mengubah jalur transportasi bersejarah ini menjadi koridor ekonomi modern yang dinamis.

Dukungan Politik Tanpa Syarat

Di ranah politik, Tanzania menegaskan kembali posisi tegak lurusnya. Dar es Salaam menyatakan dukungan yang tak tergoyahkan terhadap prinsip Satu China.

“Tanzania menegaskan kembali posisinya yang konsisten bahwa hanya ada satu China di dunia,” bunyi komunike tersebut. Lebih lanjut, mereka menekankan penghormatan terhadap persatuan nasional China dan menolak segala bentuk separatisme.

Baca Juga :  Tandukan Van Dijk Bawa Kemenangan: Liverpool Akhiri Rekor Kandang Sunderland

Sebagai balasan, China menyatakan kepercayaan penuhnya kepada kepemimpinan dan institusi Tanzania untuk mengelola urusan dalam negerinya secara mandiri, tanpa campur tangan asing.

Investasi dan Pertukaran Budaya

Sinergi ini juga merambah sektor bisnis. Kedua negara berkomitmen untuk memperluas investasi dan perdagangan dua arah, serta menciptakan iklim bisnis yang adil. Selain itu, mereka sepakat untuk bersama-sama menyelenggarakan kegiatan terkait “Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-Afrika 2026”.

Kerja sama ini akan mencakup bidang budaya, pariwisata, kesehatan masyarakat, hingga media. Harapannya, inisiatif ini akan memperkokoh fondasi dukungan publik bagi persahabatan China-Tanzania yang telah bertahan melintasi zaman.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB