17.000 Pasukan Gabungan Mulai Latihan Balikatan 2026

Selasa, 21 April 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi lintas negara. Filipina dan Amerika Serikat meresmikan latihan militer Balikatan 2026 dengan partisipasi penuh pertama Jepang guna memperkuat interoperabilitas pertahanan di tengah ketegangan Laut China Selatan. Dok: Kyodo.

Sinergi lintas negara. Filipina dan Amerika Serikat meresmikan latihan militer Balikatan 2026 dengan partisipasi penuh pertama Jepang guna memperkuat interoperabilitas pertahanan di tengah ketegangan Laut China Selatan. Dok: Kyodo.

MANILA, POSNEWS.CO.ID – Filipina dan Amerika Serikat secara resmi membuka latihan militer tahunan Balikatan pada hari Senin. Momentum tahun ini menjadi sangat signifikan karena militer Jepang untuk pertama kalinya terlibat secara penuh dalam skala besar.

Latihan tempur ini bertujuan guna meningkatkan kerja sama pertahanan antar-negara peserta. Langkah ini juga menjadi respon strategis terhadap dinamika keamanan di kawasan Asia-Pasifik yang kian volatil di tahun 2026.

Partisipasi Rekor Jepang dan Uji Coba Rudal

Jepang menunjukkan komitmen keamanan yang kuat dengan mengirimkan kontingen terbesarnya sepanjang sejarah ke Filipina. Sebanyak 1.400 personel SDF kini telah berada di lapangan. Selain itu, Tokyo mengerahkan tiga kapal perang dan dua unit pesawat terbang guna mendukung operasional latihan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pilar utama dari peran Jepang kali ini adalah rencana uji coba penembakan rudal kendali Tipe-88. Simulasi tersebut akan berlangsung di perairan Filipina yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan. “Partisipasi ini akan memperbaiki kemampuan operasional terpadu kami,” ujar Kolonel Takeshi Higuchi dari Staf Gabungan SDF. Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan keamanan yang tidak mentoleransi perubahan status quo melalui kekerasan.

Baca Juga :  Kongres AS Mengamuk Tak Diberitahu Soal Penyerbuan Venezuela

Sinergi 17.000 Personel Multinasional

Balikatan 2026 melibatkan total 17.000 personel militer dari tujuh negara berbeda. Daftar peserta mencakup Filipina, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Perancis, dan Selandia Baru. Oleh karena itu, latihan ini merupakan salah satu mobilisasi kekuatan udara dan laut terbesar di wilayah tersebut.

Panglima Militer Filipina, Jenderal Romeo Brawner, menegaskan bahwa Balikatan mengirimkan pesan yang sangat jelas. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama dan kemitraan tetap menjadi keunggulan terkuat blok sekutu. Lebih lanjut, Letjen Christian Wortman dari Korps Marinir AS menyatakan kegembiraannya atas kehadiran Jepang. Ia berharap hubungan ini mampu memperkuat daya tangkal regional di masa depan.

Ketegangan dengan Tiongkok dan Isu Taiwan

Pelaksanaan latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya klaim teritorial Tiongkok di Laut China Selatan. Beijing secara agresif terus mempertegas posisinya di perairan yang bersinggungan dengan wilayah kedaulatan Filipina.

Baca Juga :  PM Takaichi Pertaruhkan Hubungan Jepang-China Tanpa Komeito

Akibatnya, Tiongkok melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan militer Jepang. Juru bicara Kemenlu Tiongkok, Guo Jiakun, mendesak Jepang untuk “bersikap hati-hati” dalam tindakan keamanannya. Protes ini muncul setelah kapal perusak Jepang melintasi Selat Taiwan pekan lalu. Beijing menuduh Tokyo mengirimkan sinyal yang salah bagi kelompok kemerdekaan Taiwan di tengah situasi internasional yang kian panas.

Evolusi dari Pengamat menjadi Mitra Penuh

Keterlibatan Jepang dalam Balikatan sebenarnya telah bermula sejak tahun 2012. Namun, selama bertahun-tahun SDF hanya memegang status pengamat dan fokus pada penanggulangan bencana. Sebagai hasilnya, perluasan peran Jepang menjadi mitra tempur penuh merupakan buah dari kesepakatan pertahanan terbaru.

Pakta kunjungan timbal balik yang berlaku efektif tahun lalu memungkinkan pasukan kedua negara untuk bergerak lebih fleksibel. Dengan demikian, Filipina kini bertransformasi menjadi pusat kolaborasi militer global di Asia Tenggara. Masa depan stabilitas maritim akan sangat bergantung pada seberapa efektif aliansi ini merespon tantangan di jalur perdagangan dunia tersebut pada sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori
Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi
Laporan GAO Ungkap Borok Pangkalan Imigrasi Texas
Wabah Ebola: AS Desak Eropa Perketat Aturan Imigrasi
Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Dua Prajurit BAIS TNI Dipecat dari Dinas Militer

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:38 WIB

Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:35 WIB

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:21 WIB

Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB

Persaingan ketat di Andes. Roberto Sánchez memimpin sangat tipis atas Keiko Fujimori dalam penghitungan suara pemilihan presiden Peru yang berjalan lambat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:35 WIB