POSNEWS.CO.ID, JAKARTA — Commodore menghidupkan kembali joystick legendaris Suncom TAC-2 dengan desain klasik dan lima pilihan warna. Langkah ini menandai perluasan strategi perusahaan ke ranah periferal gaming setelah sebelumnya merilis C64 Ultimate.
Ekspansi Commodore ke Ranah Periferal
Commodore turut membangun dunia gaming sejak awal kelahirannya, dan perusahaan ini tampaknya tidak sekadar ingin menghidupkan kembali komputer klasiknya. Setelah menghadirkan C64 Ultimate dengan konfigurasi modern, Commodore kini mulai menggarap elemen periferal yang tidak kalah memorable dibanding komputernya.
Lima Pilihan Warna dan Harga TAC-2
Commodore mengumumkan kembalinya Suncom TAC-2, joystick legendaris era 1980-an, dalam lima pilihan warna. Perusahaan menghadirkan versi BASIC Beige, C= White, Knight Black, Founder Edition, dan Starlight Edition, yang mereka rancang agar serasi dengan C64 Ultimate maupun C64C.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Commodore mematok harga standar TAC-2 di US$49,99, atau sekitar 890 ribuan rupiah.
Penyempurnaan Material dan Konstruksi
TAC-2 edisi baru ini bukan sekadar reproduksi controller dengan casing lama. Commodore mempertahankan karakter mekanis dan presisi joystick aslinya, namun mengganti bagian shaft yang sebelumnya menggunakan material berbasis Tire Valve TR418 dengan shaft baja.
Perusahaan menyebut unit lawasnya telah melalui pengujian hingga tiga juta gerakan. Fakta ini menjadikan TAC-2 versi baru ini sebagai penyempurnaan desain, bukan sekadar produk nostalgia semata.
Kebangkitan Pasar Periferal Retro
Kembalinya TAC-2 turut memperlihatkan bahwa pasar retro kini bergerak melampaui revitalisasi perangkat utama gaming klasik. Produsen kini juga menghidupkan kembali lini periferal seperti controller Atari 2600 dan Quickshot II.
Commodore sendiri tengah membangun ekosistem baru di sekitar C64 Ultimate. Perusahaan bahkan telah membuka jalan menuju kemungkinan kebangkitan hardware klasik lain, seperti Amiga, lewat sejumlah kesepakatan lisensi yang mereka jalin.
Alasan di Balik Strategi Bisnis Ini
Strategi bisnis seperti ini sebenarnya cukup masuk akal. Menghidupkan kembali periferal retro relatif lebih sederhana dibanding membangun platform baru dari nol, sementara perangkat tersebut tetap memiliki nilai emosional tinggi bagi pengguna lama.
TAC-2 juga berfungsi sebagai bukti bahwa Commodore memang serius memperluas kembali bisnis hardware gamingnya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia














