Curah Hujan 264 Mm Picu Banjir Jakarta, Pemprov Operasikan 1.200 Pompa Air

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Pramono Anung menjelaskan penyebab banjir Jakarta akibat hujan ekstrem. (Posnews/Kominfo)

Gubernur Pramono Anung menjelaskan penyebab banjir Jakarta akibat hujan ekstrem. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu (7/3/2026) memicu banjir di sejumlah kawasan ibu kota pada Minggu (8/3/2026).

Intensitas hujan tercatat sangat tinggi, bahkan mencapai 264 milimeter per hari, sehingga menyebabkan genangan dan banjir di berbagai titik wilayah.

Gubernur Pramono Anung mengungkapkan hujan lebat yang berlangsung hampir sepanjang hari menjadi penyebab utama banjir di sejumlah kawasan Jakarta.

“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya, curah hujan mencapai 264 mm per hari. Itu termasuk kategori hujan sangat tinggi,” kata Pramono saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2026).

Hujan Ekstrem Picu Banjir Jakarta

Menurut Pramono, tingginya intensitas hujan tersebut membuat sejumlah wilayah Jakarta mengalami genangan hingga banjir.

Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung bergerak cepat melakukan langkah antisipasi.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Meluas, 125 RT dan 14 Ruas Jalan Masih Tergenang Pagi Ini

Sejak Sabtu malam, Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Sumber Daya Air (SDA), untuk menangani genangan air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama dengan Dinas Sumber Daya Air. Beberapa titik bahkan langsung dilakukan pemompaan air,” jelasnya.

Jakarta Siagakan 1.200 Pompa Air

Selain koordinasi lintas instansi, Pemprov DKI Jakarta juga mengoperasikan sekitar 1.200 unit pompa air, termasuk pompa portabel di sejumlah titik rawan banjir.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyedotan air sehingga genangan dapat segera surut dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Hujan Juga Terjadi di Wilayah Penyangga

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan hujan deras tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga mengguyur wilayah penyangga seperti Bogor dan Tangerang.

Baca Juga :  Pesona Abadi Game Retro: Kenapa Kita Terus Kembali ke Masa Lalu di Era Teknologi Tinggi?

Kondisi ini berpotensi meningkatkan volume air yang mengalir ke Jakarta melalui sungai dan saluran air, sehingga memperbesar risiko banjir di ibu kota.

Pompa Air Dioperasikan di Titik Rawan

Beberapa lokasi yang sering terdampak banjir, seperti kawasan Jalan Daan Mogot dan Jalan DI Panjaitan, menjadi prioritas penanganan.

Di dua kawasan tersebut, pompa air terus dioperasikan untuk mengurangi genangan agar lalu lintas tetap bisa berjalan.

“Di dua titik itu pompa terus bekerja sehingga lalu lintas masih bisa berjalan meskipun masih ada sedikit genangan,” ujar Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan serta menghindari titik-titik rawan banjir saat beraktivitas. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026
Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku
Jasad Pria dengan Luka Tembak di Kepala Ditemukan di Jaksel, Polisi Selidiki Senjata Api
Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong
Program MBG Dievaluasi, 1.512 SPPG Dihentikan Belum Punya Sertifikat Higiene

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:20 WIB

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:17 WIB

Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku

Berita Terbaru

Struktur adalah takdir. Melalui lensa Neo-Realisme Kenneth Waltz, kita memahami bahwa konflik dunia bukan disebabkan oleh sifat jahat manusia, melainkan oleh sistem internasional yang memaksa setiap negara untuk terus waspada demi bertahan hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:20 WIB

Politik adalah cermin manusia. Melalui kacamata Realisme Klasik Hans Morgenthau, kita memahami bahwa konflik global bukan sekadar masalah teknis diplomatik, melainkan manifestasi dari dorongan biologis manusia untuk mendominasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:19 WIB