Deflasi Beruntun: Sinyal Bahaya Daya Beli yang Sedang Sekarat

Rabu, 26 November 2025 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga turun bukan kabar baik! Deflasi beruntun tandai rakyat tak punya uang. Simak analisis siklus setan ekonomi yang mengancam UMKM dan lapangan kerja. Dok: Istimewa.

Harga turun bukan kabar baik! Deflasi beruntun tandai rakyat tak punya uang. Simak analisis siklus setan ekonomi yang mengancam UMKM dan lapangan kerja. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Konsumen biasanya menyambut gembira kabar penurunan harga barang. Dompet terasa lebih tebal saat harga cabai, telur, atau baju turun. Namun, cerita berbeda terjadi belakangan ini.

Indonesia mengalami deflasi selama beberapa bulan berturut-turut pada periode 2024 hingga 2025. Sepintas, statistik ini terlihat seperti prestasi pengendalian harga yang sukses.

Padahal, tren ini justru menyalakan sinyal bahaya bagi kesehatan ekonomi kita. Kita sedang tidak baik-baik saja. Penurunan harga kali ini bukan tanda kemakmuran, melainkan gejala “sakit” pada daya beli masyarakat.

Paradoks: Barang Murah Tapi Tak Terbeli

Kita perlu membedah penyebab utamanya secara jeli. Deflasi kali ini bukan terjadi karena pasokan barang melimpah ruah atau biaya produksi yang murah.

Sebaliknya, fenomena ini muncul karena sisi permintaan yang melemah drastis (weak demand). Masyarakat menahan belanja mereka secara massal.

Baca Juga :  Imigrasi Gerebek Tempat Hiburan di Jakarta Utara, 43 WNA Ilegal Diamankan

Alasannya sederhana namun menyedihkan. Mereka bukan pelit, melainkan memang tidak memiliki uang lebih untuk belanja sekunder atau tersier. Akibatnya, pedagang terpaksa membanting harga barang demi memancing pembeli yang sepi.

Jeritan UMKM dan Pasar Ritel

Dampak nyata terlihat jelas di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Pedagang mengeluhkan omzet yang anjlok parah. Toko-toko ritel tampak lengang meski telah memasang diskon besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, pelaku UMKM menjerit. Mereka kesulitan menutup biaya operasional harian karena pendapatan terus merosot. Akhirnya, mereka harus mengambil langkah efisiensi ketat.

Mereka mulai mengurangi stok barang dagangan. Bahkan, opsi terburuk pun mereka ambil, yakni merumahkan karyawan atau melakukan PHK sepihak demi menyelamatkan arus kas.

Siklus Setan Ekonomi

Kondisi ini memicu apa yang ekonom sebut sebagai “siklus setan”. Mulanya, daya beli turun menyebabkan harga barang jatuh (deflasi).

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi

Selanjutnya, penurunan harga ini menggerus keuntungan perusahaan dan pedagang. Oleh karena itu, perusahaan memangkas gaji, menunda ekspansi, atau mengurangi tenaga kerja.

Imbasnya, jumlah pengangguran bertambah dan pendapatan masyarakat makin berkurang. Pada akhirnya, daya beli masyarakat akan semakin terpuruk ke dasar jurang yang lebih dalam.

Lampu Kuning bagi Pemerintah

Maka, pemerintah tidak boleh terlena dengan angka inflasi yang rendah. Deflasi beruntun ini adalah “lampu kuning” yang menyala terang benderang.

Pemerintah harus segera meracik stimulus nyata untuk menggerakkan ekonomi riil. Jangan sampai Indonesia terjebak dalam resesi akibat konsumsi yang mati suri. Kita membutuhkan suntikan vitamin daya beli ke kantong rakyat segera sebelum “penyakit” ekonomi ini menjadi kronis.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Bareskrim di Riau, 14,7 Kg Sabu Jaringan Malaysia–Indonesia Disita
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang
Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi
Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap
Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina
Modus Kirim Paket, Peredaran Ganja di Depok Digagalkan Polisi
Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk
Krisis Taiwan: Beijing Pertegas Dukungan Unifikasi

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:32 WIB

Operasi Bareskrim di Riau, 14,7 Kg Sabu Jaringan Malaysia–Indonesia Disita

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:03 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:59 WIB

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:44 WIB

Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:31 WIB

Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina

Berita Terbaru