Demokrat Laporkan 4 Akun Medsos ke Polda Metro, SBY Difitnah soal Ijazah Jokowi

Selasa, 6 Januari 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Promoter Polda Metro Jaya. (Posnews/Net)

Gedung Promoter Polda Metro Jaya. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Partai Demokrat resmi melaporkan empat akun media sosial ke Polda Metro Jaya. Akun tersebut membuat provokasi fitnah di media sosial (medsos).

Dengan menyeret Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Demokrat mendesak polisi bertindak tegas menindak para pengelola akun.

Politikus Demokrat Andi Arief memastikan laporan tersebut telah diterima dan terdaftar resmi. Setelah berkoordinasi dengan tim siber kepolisian, Demokrat memilih menggunakan pasal pidana dalam KUHP baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sepakat memakai Pasal 263 ayat 1 dan 2 juncto Pasal 264 KUHP baru. Ini murni pemalsuan dan fitnah,” tegas Andi Arief, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga :  Perang dan Propaganda: Bagaimana Opini Publik Dibentuk dan Dimenangkan

Laporan itu tercatat dengan Nomor LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, dibuat pada 5 Januari 2026 pukul 23.16 WIB.

Empat Akun Dilaporkan

Empat akun media sosial yang dilaporkan yakni:

  1. YouTube @AGRI FANANI
  2. YouTube @Bang bOy YTN
  3. YouTube @KajianOnline
  4. TikTok @sudirowibudhiusmp

Demokrat menilai keempat akun tersebut menyebarkan hoaks dengan menuding SBY terlibat langsung dalam isu ijazah palsu Jokowi.

Sejumlah konten bahkan menyebut SBY sebagai dalang dan menyerang ranah pribadi serta keluarga.

Dalam laporan polisi, Demokrat menyebut unggahan itu merugikan korban dan menyesatkan opini publik. Karena itu, partai berlambang mercy itu meminta proses hukum naik ke tahap penyelidikan dan penyidikan.

Andi Arief juga mengaku telah bertemu langsung dengan SBY. Ia menegaskan SBY sangat terganggu dan sama sekali tidak terlibat.

Baca Juga :  Pria Tewas Dikubur Pakai Terpal, Pelaku Sempat Ajak Korban Threesome dengan Istrinya

“Pak SBY tidak pernah berada di balik isu ijazah Jokowi. Tuduhan itu bohong dan keji,” tegasnya.

Meski sempat melayangkan somasi dan meminta klarifikasi terbuka, Demokrat akhirnya memilih jalur hukum karena fitnah terus bergulir.

Kepala BRAINS DPP Demokrat Ahmad Khoirul Umam menilai langkah ini penting untuk menghentikan politik fitnah yang terorganisir di media sosial.

“Ini bukan sekadar serangan personal, tetapi perusakan ruang publik dan demokrasi. Fitnah tidak boleh dibiarkan jadi kebenaran,” tandas Umam.

Kini, polisi mulai mengumpulkan bukti digital untuk menelusuri aktor di balik akun anonim penyebar hoaks tersebut.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Berita Terbaru