Di Balik Pukulan Andy Murray: Rahasia Kustomisasi Raket

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bukan sekadar senar dan gagang! Kustomisasi raket jadi senjata rahasia atlet dunia. Simak bagaimana perubahan kecil bisa antarkan Andy Murray jadi nomor satu dunia. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bukan sekadar senar dan gagang! Kustomisasi raket jadi senjata rahasia atlet dunia. Simak bagaimana perubahan kecil bisa antarkan Andy Murray jadi nomor satu dunia. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pada tahun 2016, Andy Murray mencatatkan sejarah emas. Ia berhasil menduduki peringkat satu dunia di tengah dominasi “Tiga Dewa Tenis”: Rafael Nadal, Roger Federer, dan Novak Djokovic.

Pencapaian ini luar biasa mengingat lima tahun sebelumnya, Murray hanya dianggap sebagai penantang berbakat yang selalu gagal di turnamen besar. Apa rahasianya?

Selain kehadiran pelatih legendaris Ivan Lendl, ada satu perubahan teknis yang sering luput dari perhatian publik. Ternyata, Murray melakukan modifikasi vital pada raketnya.

Pada 2012, ia mengubah jenis senar vertikal (mains) raketnya menjadi bahan sintetis, sambil tetap mempertahankan senar alami untuk bagian horizontal (crosses). Perubahan kecil ini, rupanya, memberikan dampak besar pada gaya permainannya.

Kustomisasi: Senjata Rahasia Para Elit

Murray tidak sendirian. Faktanya, hampir semua atlet tenis profesional melakukan hal serupa. Colin Triplow, seorang ahli senar raket profesional, menyebut kustomisasi sebagai bagian “sangat penting dari maksimalisasi performa”.

Akibatnya, raket yang dipakai para juara dunia sebenarnya tidak tersedia di toko olahraga biasa. Sebaliknya, raket mereka dibuat secara khusus (custom-made) untuk menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik sang pemain.

Baca Juga :  Polisi Gadungan Bikin Heboh Penjaringan, Gasak Motor Ojol Pakai KTA Palsu

Contoh nyata terlihat pada Mike dan Bob Bryan. Mereka mengaku sangat cerewet soal spesifikasi. Raket mereka harus melalui proses penyesuaian berat dan pola senar yang lebih padat di Tampa, Florida, sebelum siap digunakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasannya sederhana. Dalam kompetisi tingkat tinggi, perbedaan antara menang dan kalah menjadi sangat tipis. Oleh karena itu, keuntungan sekecil apa pun dari peralatan bisa menjadi penentu kemenangan.

Evolusi dari Usus Sapi ke Poliester

Sejarah modifikasi raket bermula pada tahun 1970-an, saat Werner Fischer memperkenalkan raket dengan senar “spaghetti” yang mampu menghasilkan topspin gila-gilaan (yang kemudian dilarang).

Kini, modifikasi telah menjadi standar. Perubahan terbesar terjadi pada material senar. Dulu, semua raket menggunakan usus alami dari sapi atau domba. Namun, awal 1990-an membawa revolusi senar sintetis.

Baca Juga :  Mengapa Krisis Finansial Semakin Parah? Jawabannya Ada di Hormon Trader

Material seperti nilon, Kevlar, dan co-polyester menawarkan daya tahan dan harga yang lebih baik. Khususnya, co-polyester kini menjadi primadona.

Studi menunjukkan bahwa senar jenis ini mampu menghasilkan putaran (spin) 25 persen lebih besar daripada senar alami. Hal ini sangat cocok dengan gaya permainan modern yang mengandalkan duel dari garis belakang lapangan.

Timah Pemberat dan Gagang Unik

Modifikasi tidak berhenti di senar. Banyak pemain juga mengutak-atik bingkai (frame) raket mereka. Misalnya, legenda Pete Sampras terkenal menambahkan lempengan timah pada raketnya untuk menambah daya ledak servis.

Selain itu, bentuk gagang (handle) juga bisa disesuaikan. Pemain Portugal GonΓ§alo Oliveira bahkan mengganti pegangan aslinya dengan yang lebih tipis demi kenyamanan.

Pada akhirnya, kustomisasi raket telah mendorong standar permainan ke level yang tak terbayangkan sebelumnya. Di masa depan, inovasi teknologi peralatan ini pasti akan terus melahirkan kejutan-kejutan baru di lapangan tenis dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS
Cegah Tawuran di Tanjung Priok, Remaja Bawa Celurit Ditangkap Polisi Dini Hari
Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis
Tawuran Maut di Jakarta Timur, Pelajar SMP Tewas Dibacok – 16 Remaja Diamankan
Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah
Zelenskyy Tuntut Jaminan Keamanan 20 Tahun dan Tolak Konsesi Wilayah
25 Anggota Parlemen dan Pemimpin Serikat Desak Starmer Akhiri Agenda
Kejutan FA Cup: Newcastle Singkirkan Villa, Mansfield Permalukan Burnley

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:09 WIB

Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:19 WIB

Cegah Tawuran di Tanjung Priok, Remaja Bawa Celurit Ditangkap Polisi Dini Hari

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:10 WIB

Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:00 WIB

Tawuran Maut di Jakarta Timur, Pelajar SMP Tewas Dibacok – 16 Remaja Diamankan

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:01 WIB

Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

Berita Terbaru

Langkah menuju Mars. Empat astronot misi Crew-12 NASA resmi memulai misi sains delapan bulan di ISS guna menguji teknologi medis dan ketahanan pangan di luar angkasa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:09 WIB

Rekonsiliasi di Munich. Menlu Tiongkok Wang Yi dan Menlu Kanada Anita Anand menyepakati arah baru hubungan bilateral melalui kemitraan strategis yang lebih dalam dan kebijakan bebas visa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis

Minggu, 15 Feb 2026 - 16:10 WIB

BNavigasi hubungan dua raksasa. Menlu Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa meskipun sejarah penuh liku, kerja sama China-AS tetap menjadi pilihan terbaik bagi stabilitas dunia di masa depan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

Minggu, 15 Feb 2026 - 15:01 WIB