Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah sepihak Gedung Putih. Presiden Donald Trump menyalahkan Kanada atas polusi asap lintas batas negara. Dok: Istimewa.

Langkah sepihak Gedung Putih. Presiden Donald Trump menyalahkan Kanada atas polusi asap lintas batas negara. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Kanada kembali memanas.

Trump Ancam Tambahan Tarif Baru untuk Kanada

Asap tebal menyelimuti wilayah Midwest hingga Northeast Amerika Serikat. Kabut asap ini berasal dari ratusan titik kebakaran di Kanada.

Pemerintah daerah mengimbau warga agar tetap tinggal di dalam rumah. Donald Trump meluapkan kemarahannya melalui platform media sosial Truth Social.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menganggap Kanada lalai dalam menjaga kelestarian hutan mereka. Oleh karena itu, Trump berniat menambah beban tarif impor Kanada.

Baca Juga :  AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Pecah Kebuntuan

Langkah ekstrem ini bertujuan menutupi biaya penanganan polusi asap tersebut. Kedua pemimpin negara kemungkinan akan bertemu di New Jersey besok.

Tanggapan Ottawa dan Investasi Pencegahan Kebakaran

Menteri Manajemen Darurat Kanada Eleanor Olszewski segera memberikan tanggapan. Olszewski menegaskan pemerintah telah mengucurkan dana C$12 miliar sejak 2020.

Dana raksasa ini mengalir untuk program keberlanjutan hutan nasional. Cuaca kering dan hangat ekstrem kini melanda wilayah Kanada.

Pakar iklim menyebut pemanasan global memicu kekeringan bahan bakar kayu. Profesor Mike Flannigan memproyeksikan cuaca ekstrem akan memicu kebakaran hebat.

Sementara itu, Perdana Menteri Mark Carney menyuarakan kritik balik. Carney menilai Amerika Serikat kurang serius dalam menangani perubahan iklim.

Baca Juga :  Kapal Perang AS USS Benfold Mati Listrik Empat Hari

Kehancuran Collins First Nation dan Evakuasi Warga

Kebakaran hebat melanda wilayah barat laut provinsi Ontario, Kanada. Otoritas setempat mengerahkan transportasi udara karena lokasi yang sangat jauh.

Api menghanguskan seluruh wilayah adat Collins First Nation tanpa sisa. Komandan Insiden Matthew Hoppe menyebut warga mengalami trauma yang mendalam.

Warga mengungsi menggunakan perahu menuju kota terdekat, Thunder Bay. Wali Kota Ken Boshcoff menyebut kapasitas penampungan kini sudah penuh.

Thunder Bay menampung ribuan pengungsi dari berbagai wilayah kebakaran hutan. Gubernur Ontario Doug Ford berjanji membeli 11 armada pesawat baru.

Langkah taktis ini bertujuan memperkuat armada pemadam kebakaran udara mereka. Amerika Serikat juga mengalami peningkatan kasus kebakaran tahun ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas
Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari
Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan
Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten
Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia
Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv
Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB