Menguak Rahasia Kognitif di Balik Proses Kreatif Manusia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Menyalakan percikan ide. Para ilmuwan dan psikolog mulai mengurai misteri kreativitas, membuktikan bahwa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru melibatkan fleksibilitas mental dan pengaturan gelombang otak yang kompleks. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Menyalakan percikan ide. Para ilmuwan dan psikolog mulai mengurai misteri kreativitas, membuktikan bahwa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru melibatkan fleksibilitas mental dan pengaturan gelombang otak yang kompleks. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kreativitas merupakan motor penggerak peradaban manusia. Namun, hingga saat ini, fenomena tersebut tetap menjadi entitas yang sulit didefinisikan secara tunggal. Para ilmuwan kini mulai membedah apa yang sebenarnya terjadi di dalam otak saat sebuah ide mulai terbentuk.

Awalnya, pada dekade 1970-an, masyarakat luas menganggap kreativitas sebagai bagian dari kecerdasan intelektual (IQ). Namun, Paul Torrance, pelopor pengujian kreativitas, membuktikan bahwa hubungan keduanya tidak sesederhana itu. Orang kreatif memang cerdas, tetapi di atas level tertentu, IQ tinggi tidak lagi otomatis meningkatkan daya kreatif seseorang.

Kepribadian di Dalam “Kabut”

Psikolog Mark Runco dari California State University menjelaskan bahwa kepribadian kreatif memiliki ketertarikan pada kompleksitas. Mereka memiliki kemampuan unik untuk menangani konflik internal dan memiliki minat yang sangat luas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang-orang kreatif memiliki toleransi yang tinggi terhadap kebingungan,” ujar Runco. Sebaliknya, individu yang kurang kreatif cenderung merasa teriritasi jika tidak bisa segera menyatukan potongan teka-teki pemikiran. Kreativitas justru sering muncul bagi mereka yang nyaman berlama-lama di dalam “kabut” ketidakpastian sebelum menemukan solusi baru.

Baca Juga :  Kejagung Geledah 14 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Samin Tan, Alat Berat Disita

Neurosains: Toggling Antara Dua Fase

Studi awal mengenai otak kreatif oleh Colin Martindale pada tahun 1978 memberikan wawasan mengejutkan melalui rekaman elektroensefalogram (EEG). Ia menemukan bahwa kreativitas terdiri dari dua tahap utama: inspirasi dan elaborasi.

  1. Fase Inspirasi: Saat seseorang memikirkan ide, otak justru dalam kondisi sangat tenang. Gelombang alfa mendominasi, menunjukkan tingkat gairah kortikal yang rendah. Kondisi ini mirip dengan saat tidur atau melamun, di mana otak membuat koneksi di balik layar.
  2. Fase Elaborasi: Saat ide mulai dikembangkan secara sadar, aktivitas gelombang alfa menurun. Otak menjadi jauh lebih sibuk dengan pemikiran yang terorganisir untuk mengevaluasi ide tersebut.

Fleksibilitas mental untuk berpindah antargigi—dari ketenangan inspirasi ke kesibukan analisis—adalah ciri khas orang yang sangat kreatif.

Rahasia “Inhibisi Laten”

Jordan Peterson dari University of Toronto mengidentifikasi mekanisme bernama “inhibisi laten”. Secara normal, otak manusia memblokir sebagian besar informasi sensorik yang masuk agar kita tidak merasa kewalahan.

Namun, otak orang kreatif cenderung lebih terbuka terhadap stimulus yang masuk. Mereka memiliki inhibisi laten yang rendah. Jika dikombinasikan dengan IQ tinggi dan memori kerja yang baik, kondisi ini memungkinkan mereka mengolah lebih banyak data menjadi ide-ide orisinal. Namun, Peterson memperingatkan bahwa inhibisi laten yang terlalu rendah tanpa kontrol intelektual yang kuat dapat berisiko pada gangguan kesehatan mental.

Baca Juga :  Matinya Museum, Kebangkitan Seni Imersif dan Instagrammable

Kreativitas di Lingkungan Kerja dan Sosial

Teresa Amabile dari Harvard Business School mematahkan mitos bahwa kreativitas selalu merupakan penderitaan yang menyendiri. Dalam studinya terhadap berbagai bisnis, ia menemukan bahwa suasana hati yang positif berkorelasi linier dengan kreativitas di organisasi.

“Motivasi internal, bukan paksaan atau skema bonus besar, yang menghasilkan karya terbaik,” tegas Amabile. Tekanan waktu dan finansial justru sering kali menghambat aliran ide. Selain itu, faktor sosial memegang peranan vital. Vera John-Steiner dari University of New Mexico menekankan bahwa seseorang membutuhkan setidaknya satu orang lain dalam hidupnya yang memberikan kepercayaan penuh agar mereka berani mengeksplorasi ide-ide “gila”.

Menatap Masa Depan Inovasi

Di tahun 2026 yang penuh dengan tantangan teknologi dan kecerdasan buatan, memahami cara kerja kreativitas manusia menjadi lebih relevan daripada sebelumnya. Kreativitas terbukti bukan sekadar kilatan instan, melainkan hasil dari latihan mental yang keras dan lingkungan yang mendukung.

Singkatnya, setiap orang memiliki potensi kreatif jika mereka mampu mengelola fleksibilitas pikiran dan menjaga motivasi internal mereka. Masyarakat kini terus belajar untuk menyalakan percikan api tersebut guna menjawab masalah-masalah global yang semakin kompleks.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia
Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik
Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat
Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas
Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi warga terdampak gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur. (Posnews/BNPB)

NASIONAL

BNPB Ungkap Data Terbaru Gempa NTT: 91 Meninggal, 1.286 Luka

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:39 WIB

Amerika Serikat memberlakukan tarif 50 persen atas produk Kanada senilai $20 miliar, memicu balasan langsung dari Ottawa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:00 WIB

Tabrakan maut di jalan raya A66, Inggris timur laut, menewaskan tujuh orang termasuk dua petugas polisi setelah aksi kejar-kejaran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:30 WIB

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:00 WIB

Serangan drone Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang di Rusia dan wilayah pendudukan Rusia, termasuk gudang milik peritel daring Ozon dan fasilitas industri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:30 WIB