Jepang Kirim Utusan Khusus ke Pertemuan Board of Peace

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buntu di Gaza. Dewan Perdamaian bentukan Presiden Donald Trump mendesak DK PBB untuk menuntut pelucutan senjata Hamas sebagai prasyarat rekonstruksi, sementara Hamas menuding laporan tersebut penuh dengan kebohongan. Dok: Istimewa.

Buntu di Gaza. Dewan Perdamaian bentukan Presiden Donald Trump mendesak DK PBB untuk menuntut pelucutan senjata Hamas sebagai prasyarat rekonstruksi, sementara Hamas menuding laporan tersebut penuh dengan kebohongan. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Jepang mengirim utusan khusus ke pertemuan perdana dewan perdamaian Donald Trump di Washington pekan ini. Langkah ini merupakan aksi diplomasi proaktif dari pemerintah Tokyo. Berbagai sumber pemerintah mengonfirmasi rencana tersebut pada Senin (16/2/2026).

Pemerintah menugaskan Takeshi Okubo untuk menghadiri diskusi pada hari Kamis tersebut. Okubo menjabat sebagai Duta Besar Urusan Bantuan Rekonstruksi Gaza. Kehadiran Okubo menjadi sinyal penting mengenai posisi strategis Jepang. Saat ini, Washington sedang menggagas perubahan arsitektur perdamaian dunia.

Penguatan Aliansi dan Persiapan Summit Maret

Tokyo belum memutuskan bergabung secara resmi dalam Board of Peace. Meski demikian, pengiriman utusan ini membawa misi diplomatik yang sangat spesifik. Oleh karena itu, langkah ini bertujuan menunjukkan pentingnya aliansi Jepang-AS kepada administrasi Trump.

Kehadiran utusan Jepang juga berfungsi sebagai pendahulu (prelude) bagi pertemuan puncak (summit) yang publik nantikan. Rencana awal menyebutkan Perdana Menteri Sanae Takaichi akan mengunjungi Gedung Putih pada Maret mendatang. Ia akan bertemu langsung dengan Presiden Donald Trump. Alhasil, Jepang berambisi memastikan keselarasan visi sebelum kedua pemimpin bertemu secara formal.

Peran Jepang dalam Rekonstruksi Gaza

Delegasi Jepang berencana memaparkan posisi resmi mereka terkait pemulihan Palestina dalam pertemuan di Washington nanti. Tokyo memiliki rekam jejak panjang dalam membantu urusan kemanusiaan. Mereka juga aktif membangun infrastruktur di kawasan tersebut.

PM Takaichi sebenarnya menerima undangan langsung dari Trump untuk menghadiri acara ini. Namun demikian, ia memilih untuk tidak hadir secara pribadi. Takaichi harus memimpin sesi khusus parlemen (Diet) yang mulai berjalan pada Rabu. Melalui Okubo, Jepang akan menjelaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas Gaza. Tokyo ingin menghindari keterikatan segera pada struktur organisasi baru bentukan AS tersebut.

Baca Juga :  Ukraina Terkepung: Rusia Lancarkan Gelombang Serangan Drone dan Rudal Terbesar Tahun 2026

Ambisi Global Board of Peace

Donald Trump mengumumkan komitmen dana para anggota Board of Peace pada hari Minggu. Mereka menjanjikan dana lebih dari $5 miliar untuk rencana rekonstruksi Gaza. Trump bertindak sebagai ketua dewan. Ia berambisi memperluas aktivitas organisasi ini hingga melampaui wilayah Palestina.

“Kami ingin menjadikan dewan ini sebagai organisasi penyelesai konflik di seluruh dunia,” ujar Trump melalui akun media sosialnya. Dewan ini resmi berdiri pada 22 Januari lalu di Davos, Swiss. Pembentukannya menjadi bagian dari fase kedua rencana gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Hingga saat ini, Jepang menjadi negara G7 pertama selain AS yang mengirimkan perwakilan tingkat tinggi. Anggota G7 lainnya masih bersikap hati-hati terhadap inisiatif ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru