Celah di Jalur Blokade: Kapal Perancis dan Jepang Berhasil Lintasi Selat Hormuz Lewat Jalur Diplomasi

Sabtu, 4 April 2026 - 05:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Sinyal pemulihan terbatas. Sejumlah kapal tanker dan peti kemas dari negara-negara yang dianggap

Ilustrasi, Sinyal pemulihan terbatas. Sejumlah kapal tanker dan peti kemas dari negara-negara yang dianggap "sahabat" oleh Teheran mulai melintasi Selat Hormuz, membuktikan efektivitas jalur diplomasi di tengah kebuntuan militer Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

SINGAPURA, POSNEWS.CO.ID – Arus logistik di titik sumbat energi dunia, Selat Hormuz, menunjukkan tanda-tanda kehidupan yang selektif. Sejak hari Kamis, sejumlah kapal tanker milik Oman, kapal peti kemas Perancis, dan pengangkut gas Jepang berhasil melintasi jalur vital tersebut.

Dalam konteks ini, pergerakan tersebut mengonfirmasi kebijakan terbaru Iran untuk membuka “jalur aman” bagi negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam agresi militer AS-Israel. Iran sempat menutup total selat yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia tersebut pasca-serangan udara besar-besaran pada akhir Februari lalu.

Diplomasi Perancis dan Taktik “Identitas Digital”

Kapal peti kemas milik raksasa logistik Perancis, CMA CGM, terpantau melintasi selat pada hari Kamis. Menariknya, keberhasilan ini terjadi tepat saat Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa hanya upaya diplomasi, bukan operasi militer, yang mampu membuka kembali Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guna menjamin keamanan, awak kapal Perancis tersebut menggunakan taktik identifikasi yang unik. Sebelum memasuki perairan Iran, mereka mengubah status tujuan pada Automatic Identification System (AIS) menjadi “Owner France”. Bahkan, kapal-kapal tersebut segera mematikan transponder AIS mereka saat berada di titik paling sensitif guna menghindari pelacakan sekutu yang dapat memicu ketegangan di lapangan.

Baca Juga :  81 Tahanan KPK Rayakan Lebaran, Kunjungan dan Hantaran Dibuka Terbatas

Terobosan Jepang: Sohar LNG dan Green Sanvi

Pihak otoritas Jepang mencatatkan sejarah kecil dalam krisis ini melalui Mitsui O.S.K. Lines. Perusahaan tersebut mengonfirmasi bahwa Sohar LNG telah berhasil melintasi selat pada hari Jumat. Kapal ini menjadi pengangkut gas alam cair (LNG) pertama yang mendapatkan izin lintas dari pihak Iran sejak pecahnya konflik.

Selain itu, kapal tanker LPG lainnya, Green Sanvi, juga berhasil keluar dari Teluk melalui rute pesisir Iran. Meskipun demikian, juru bicara perusahaan menolak memberikan rincian mengenai proses negosiasi yang mereka tempuh. Data transportasi Jepang mencatat bahwa setidaknya 45 kapal lain yang berafiliasi dengan perusahaan Jepang masih terjebak di wilayah tersebut tanpa kepastian jadwal keberangkatan.

Peran Mediasi Oman dan Sinyal “Negara Sahabat”

Oman, yang bertindak sebagai mediator utama sebelum perang pecah, juga mulai menggerakkan armadanya. Dua kapal pengangkut minyak mentah raksasa (VLCC) dan satu tanker LNG milik Oman Shipping Management dilaporkan telah meninggalkan Teluk. Pihak Muskat secara konsisten mengkritik peluncuran serangan militer di tengah berlangsungnya proses dialog diplomatik.

Baca Juga :  Cinta Ditolak, Nyawa Melayang - Pria di Sleman Bunuh Kekasih Sendiri

Pola identifikasi kapal di Selat Hormuz kini sangat bergantung pada kewarganegaraan awak dan bendera kapal. Sebagai contoh, kapal berbendera India mengirimkan sinyal identitas digital bertuliskan “India ship India crew” saat melintasi zona tersebut. Sementara itu, kapal pengangkut gas Danisa yang berbendera Panama dilaporkan menuju Tiongkok melalui rute yang sama, mempertegas status Tiongkok sebagai mitra energi prioritas bagi Teheran.

Kesimpulan: Pasar Menanti Kepastian Navigasi

Pasar komoditas global memantau dengan cermat setiap tanda-tanda normalisasi lalu lintas maritim ini. Pada akhirnya, keberhasilan segelintir kapal ini memberikan harapan bagi penurunan harga energi yang sempat melonjak tajam.

Namun, para analis memperingatkan bahwa aktivitas ini masih bersifat sporadis. Ketegangan yang masih tinggi antara Washington dan Teheran berisiko memicu kembali kelumpuhan total navigasi dalam hitungan hari. Dunia kini menanti apakah model “transit berbasis izin” ini akan menjadi standar baru yang permanen atau sekadar celah kemanusiaan sementara di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita
SpaceX Uji Coba Roket Terkuat dalam Sejarah Jelang Misi Bulan

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Berita Terbaru

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Uganda sebagai darurat internasional. Dok: (AP Photo/Moses Sawasawa)

KESEHATAN

WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:06 WIB