Dari Panen Es di Danau hingga Mesin Kulkas Penyelamat

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dulu, es batu adalah barang mewah yang harus

Ilustrasi, Dulu, es batu adalah barang mewah yang harus "dipanen" dari danau beku. Kini, teknologi pendingin telah mengubah pola makan manusia dan menyelamatkan lapisan ozon. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bayangkan hidup tanpa kulkas. Diet kita mungkin hanya akan berisi roti keras, keju, dan daging asin. Susu akan basi dalam hitungan jam, dan sayuran segar adalah kemewahan langka. Untungnya, sejarah teknologi punya jalan keluar.

Istilah “kulkas” (refrigerator) pertama kali diperkenalkan oleh petani Maryland, Thomas Moore, pada 1803. Namun, perjalanan menuju mesin pendingin modern di dapur kita hari ini memakan waktu berabad-abad dan melibatkan banyak inovator gila.

Era Sebelum Mesin: Garam dan Gudang Bawah Tanah

Sebelum mesin mengambil alih, manusia purba mengandalkan salju atau es dari pegunungan yang mereka simpan di gudang bawah tanah. Sayangnya, metode ini tidak bisa mencegah pembusukan total.

Terobosan awal muncul pada tahun 1550-an. Orang Eropa menemukan bahwa menambahkan bahan kimia seperti natrium nitrat ke dalam air dapat menurunkan suhu. Akibatnya, minuman dingin menjadi tren di kalangan elit sosial Prancis pada akhir abad ke-17.

“Raja Es” dan Revolusi Industri

Pada awal abad ke-19, Frederick Tudor dari New England melihat peluang emas. Ia dijuluki “Raja Es” karena idenya yang ambisius: mengirimkan blok es alam ke iklim tropis.

Baca Juga :  Bus Listrik Transjakarta Tabrak Tiang Beton Kolong Tol JORR, 1 Penumpang Dirawat

Bersama Nathaniel Wyeth, yang mengembangkan metode pemotongan es murah, mereka merevolusi industri ini. Tudor membangun rumah es dengan isolasi canggih yang memangkas kerugian pencairan dari 66 persen menjadi kurang dari 8 persen.

Namun, masalah muncul. Es alam yang mereka keruk sering kali tercemar limbah dan polusi, memicu masalah kesehatan serius. Industri pembuatan bir dan daging pun mendesak solusi baru: pendingin mekanis yang bersih.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokter, Fisikawan, dan Mesin Uap

Banyak tokoh berjasa dalam penciptaan kulkas. Dr. William Cullen dari Skotlandia mendemonstrasikan pendinginan buatan pertama pada 1748 dengan mendidihkan etil eter dalam ruang hampa.

Kemudian, pada 1842, dokter Amerika John Gorrie merancang mesin pendingin udara untuk merawat pasien demam kuning di Florida. Prinsip kompresi gas yang ia gunakan masih menjadi dasar kulkas modern hingga hari ini.

Baca Juga :  Xi Jinping dan Macron Sepakati Era Baru Kerja Sama: Dari Airbus hingga AI, Tolak Hegemoni Tunggal

Di Eropa, Carl von Linde membuat lompatan besar. Pada 1876, ia mulai menggunakan siklus amonia yang lebih efisien, memungkinkan pencairan udara dalam jumlah besar.

Kulkas Berjalan dan Isu Lingkungan

Revolusi tidak berhenti di pabrik. Pada 1867, J.B. Sutherland mematenkan gerbong kereta berpendingin pertama. Parker Earle kemudian menggunakannya untuk mengirim stroberi segar melintasi negara bagian, mengubah peta distribusi pangan selamanya.

Meskipun demikian, kulkas awal abad ke-20 menyimpan bahaya mematikan. Mereka menggunakan gas beracun seperti amonia dan metil klorida. Kebocoran sering kali berakibat fatal.

Industri kemudian beralih ke Klorofluorokarbon (Freon) yang lebih aman bagi manusia. Akan tetapi, pada 1973, Profesor James Lovelock menemukan bahwa Freon merusak lapisan ozon bumi. Penemuan ini memaksa dunia beradaptasi lagi, beralih ke Hidrofluorokarbon (HFC) yang ramah ozon, menjadikan teknologi pendingin hari ini jauh lebih aman bagi kita dan planet ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB