Dua Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal Pohuwato

Jumat, 31 Oktober 2025 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi tambang emas ilegal di Pohuwato dengan garis polisi pasca longsor mematikan. (Ist)

Lokasi tambang emas ilegal di Pohuwato dengan garis polisi pasca longsor mematikan. (Ist)

GORONTALO, POSNEWS.CO.ID — Bahaya akan terus menghantui bagi pekerja penambang ilegal yang melakukan aktivitas. Apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem. 

Kali ini tragedi maut menimpa lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Dua penambang, Risman Abdul Azis (32) dan Arfan Sumaila (36), tewas mengenaskan setelah tertimbun material longsor.

Kapolres Pohuwato AKBP Busroni membenarkan kejadian tersebut.

“Kami menerima laporan dua korban meninggal dunia akibat aktivitas tambang emas tanpa izin,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Baca Juga :  Merdeka Run 2025 Hadirkan Kategori Umum dan Family, 703 Personel Amankan Acara

Peristiwa mengerikan itu terjadi di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, sekitar pukul 13.00 Wita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tambang itu masuk kawasan pertambangan tanpa izin (PETI), dan sering disorot karena rawan kecelakaan.

Menurut Busroni, tragedi berawal saat kedua korban tengah mencari emas di dalam lubang tambang.

Tiba-tiba tanah dan bebatuan di atas mereka ambrol, menghantam dan menimbun tubuh keduanya tanpa ampun.

Longsor terjadi saat korban memukul material yang mengandung emas. Tanah langsung runtuh dan menimbun mereka,” jelasnya.

Baca Juga :  Sindikat Curanmor Jakarta Timur Beraksi 38 Kali, Polisi Amankan 5 Tersangka dan Senpi

Peringatan Keras dari Polisi

Busroni menegaskan pihaknya terus menindak aktivitas PETI karena sangat berbahaya dan merenggut nyawa.

“Kami minta masyarakat tidak melakukan kegiatan tambang ilegal. Risiko runtuhan tanah sangat tinggi, dan sudah menelan korban jiwa,” tegasnya.

Polisi kini menyelidiki pemilik lokasi tambang serta pihak yang mempekerjakan pekerja di area terlarang tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Waspadai Hujan, Petir, dan Angin Kencang
Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India
Kasus Whip Pink Diperluas, Bareskrim Periksa Selebgram hingga Konsumen Ratusan Kali Beli
Cekcok soal Pinjam Motor Berujung Pengeroyokan Sekuriti di Tangsel
Pramono Anung Bangun 3 PLTSa di Jakarta, Target Atasi 9.000 Ton Sampah per Hari
Satgas Tangkap Wadanyon HSSBI di Bandara Dekai, Amunisi dan Senjata Disita

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:32 WIB

Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:21 WIB

Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:08 WIB

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Waspadai Hujan, Petir, dan Angin Kencang

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:47 WIB

Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kasus Whip Pink Diperluas, Bareskrim Periksa Selebgram hingga Konsumen Ratusan Kali Beli

Berita Terbaru

Strategi penyeimbangan Washington. Menteri Luar Negeri Marco Rubio segera bertolak ke Swedia untuk menekan anggota NATO soal anggaran pertahanan, sebelum melanjutkan perjalanan ke India guna mencairkan hubungan dagang yang sempat membeku. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:47 WIB