PAPUA, POSNEWS.CO.ID — Baku tembak terjadi antara prajurit TNI dari Komando Operasi (Koops) Habema Kogabwilhan III saat merebut kembali Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, dari penguasaan TPNPB-OPM Kodap VIII/Soanggama.
Dalam operasi penegakan keamanan ini, TNI menewaskan 14 anggota OPM. Selain itu menyita barang bukti, satu pucuk senjata api rakitan dan 4 senapan angin.
Kemudian amunisi berbagai kaliber, satu alat bidik Simons, satu teropong Newcon, dokumen organisasi OPM, atribut bintang kejora, peralatan komunikasi, serta berbagai perlengkapan lapangan.
Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menyatakan bahwa 14 anggota OPM yang tewas merupakan bagian dari kelompok pimpinan Undius Kogoya, termasuk sejumlah pimpinan dan pelaku penembakan terhadap aparat keamanan.
“Prajurit TNI menindak tegas kelompok bersenjata secara terukur dan sah secara hukum untuk melindungi warga serta menegakkan kedaulatan negara,” ujar Mayjen Lucky Avianto, Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan, TNI akan terus menindak kelompok bersenjata OPM yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Kami berkomitmen menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora Merauke, Papua Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam operasi lanjutan setelah kontak tembak, TNI berhasil menewaskan 14 anggota KKB, termasuk pimpinan dan pelaku penembakan terhadap aparat keamanan. Sementara sisanya melarikan diri ke hutan sekitar wilayah tersebut.
Mayjen Lucky Avianto menegaskan, sekitar 30 anggota OPM telah lama menguasai Kampung Soanggama.
Namun, keberhasilan TNI merebut kembali wilayah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat Papua.
“TNI akan terus menindak semua kelompok bersenjata di Papua hingga berhasil dikendalikan, sehingga masyarakat bisa hidup tenang dan sejahtera,” tegasnya. (red)


















