Elon Musk Pernah Rencanakan Pesta di Pulau Jeffrey Epstein

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Pedro Sánchez mengusulkan larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, memicu serangan verbal pedas dari pemilik platform X, Elon Musk. Dok: Istimewa.

Perdana Menteri Pedro Sánchez mengusulkan larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, memicu serangan verbal pedas dari pemilik platform X, Elon Musk. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Citra Elon Musk sebagai miliarder teknologi yang bersih dari skandal Jeffrey Epstein kini mendapat ujian berat. Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada hari Jumat merilis tumpukan dokumen baru yang menyingkap tabir hubungan antara CEO Tesla tersebut dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Dokumen-dokumen tersebut memuat email yang menunjukkan komunikasi hangat antara keduanya. Berbeda dengan klaim Musk sebelumnya yang menyangkal kedekatan, email-email ini merekam rencana serius untuk mengunjungi pulau pribadi Epstein yang terkenal buruk, Little St James.

Dalam pertukaran email pada tahun 2012 dan 2013, keduanya membahas logistik kunjungan.

“Akan berada di area BVI/St Bart selama liburan. Apakah ada waktu yang tepat untuk berkunjung?” tulis Musk pada 13 Desember 2013.

Epstein membalas dengan ramah, “Kapan saja tanggal 1-8. Lihat situasi saja jika kamu mau. Selalu ada tempat untukmu.”

“Pesta Terliar” dan Helikopter

Interaksi ini bukan sekadar basa-basi bisnis. Pada November 2012, Epstein mengirim email menanyakan berapa orang yang akan ikut dalam helikopter menuju pulau.

Baca Juga :  Dua Begal Motor Ditangkap Warga Usai Rampas HP di Daan Mogot

Jawaban Musk mengejutkan. “Mungkin hanya Talulah (mantan istrinya) dan saya. Hari/malam apa yang akan menjadi pesta terliar di pulaumu?” tulis Musk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musk bahkan menindaklanjuti pada Hari Natal, mengungkapkan keinginannya untuk “melepas penat”.

“Apakah kamu punya rencana pesta? Saya telah bekerja sampai batas kewarasan tahun ini… Saya benar-benar ingin pergi ke pesta di St Barts atau di tempat lain dan melepaskan diri,” tulis Musk. Ia menambahkan bahwa pengalaman pulau yang damai adalah “kebalikan dari apa yang saya cari.”

Meskipun rencana kunjungan tersebut tampaknya batal karena masalah logistik, nada percakapan ini sangat kontras dengan pernyataan publik Musk.

Kontradiksi Klaim “Creep”

Pada 2019, Musk mengatakan kepada Vanity Fair bahwa Epstein “jelas-jelas orang aneh (creep)” dan mengklaim bahwa Epstein mencoba berulang kali mengundangnya ke pulau namun ia selalu menolak.

Fakta baru ini menempatkan Musk dalam sorotan kemunafikan. Musk selama ini gencar menyerang tokoh lain, seperti Bill Gates dan bahkan Donald Trump, atas hubungan mereka dengan Epstein.

Baca Juga :  Inggris Kembali Gabung Erasmus+, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Eropa

“Siapa Bill Gates yang berani berkomentar tentang kesejahteraan anak-anak mengingat dia sering mengunjungi Jeffrey Epstein?” serang Musk pada bulan Mei lalu. Kini, pertanyaan serupa berbalik kepadanya.

Makan Siang di SpaceX

Selain rencana pulau, dokumen lain menunjukkan asisten lama Epstein, Lesley Groff, mengatur makan siang untuk bosnya di markas SpaceX pada 2013.

“Elon Musk menghargai undangan ke Ranch tetapi memiliki komitmen… Makan siang pada Senin 25 Feb jam 1 siang di Space X telah dikonfirmasi,” tulis email tersebut.

Hingga kini, belum jelas apakah makan siang itu benar-benar terjadi. Namun, ada seri email lain dari Maret 2013 di mana Musk dan Epstein berbalas pesan setelah Epstein mengirim ucapan selamat atas peluncuran roket SpaceX.

Perwakilan Musk dan perusahaan AI-nya, xAI, belum memberikan komentar atas temuan dokumen yang merupakan bagian dari rilis 3 juta halaman arsip DOJ ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional
Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur
Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA
Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko
Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung
Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme
Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera
Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:08 WIB

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:52 WIB

Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:58 WIB

Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru