Pecah Kongsi di Teluk: Saudi Gempur Kargo UEA di Yaman

Rabu, 31 Desember 2025 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Teluk retak! Saudi bom kargo senjata UEA di Yaman, Abu Dhabi tarik sisa pasukan. Dok: Human Right Watch.

Aliansi Teluk retak! Saudi bom kargo senjata UEA di Yaman, Abu Dhabi tarik sisa pasukan. Dok: Human Right Watch.

ABU DHABI, POSNEWS.CO.ID – Dua pilar keamanan Teluk kini saling berhadapan. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), yang dulunya sekutu erat, terlibat dalam krisis diplomatik dan militer besar pada Selasa (30/12/2025).

Eskalasi bermula saat koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara ke pelabuhan Mukalla di Yaman selatan. Targetnya adalah pengiriman senjata yang menurut Riyadh terhubung dengan UEA.

Seketika, insiden ini memicu respons keras. UEA mengumumkan penarikan sisa pasukannya dari Yaman. Pasalnya, Saudi mendukung seruan agar pasukan Emirat angkat kaki dalam waktu 24 jam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan ke Kapal “Greenland”

Saudi tidak main-main. Kantor berita negara Saudi merilis video bukti. Video tersebut memperlihatkan sebuah kapal roll-on/roll-off bernama “Greenland” yang sedang membongkar senjata dan kendaraan tempur.

Data menunjukkan kapal itu milik Salem Al Makrani Cargo Company yang berbasis di Dubai. Lantas, koalisi Saudi membom dermaga tempat kargo tersebut dibongkar.

Baca Juga :  May Day 2026 di Monas, 200 Ribu Buruh Hadir - Prabowo Dijadwalkan Pidato

Meskipun koalisi mengklaim tidak ada korban jiwa, serangan ini menandai keretakan paling signifikan antara dua monarki Teluk tersebut. Televisi pemerintah Yaman menayangkan asap hitam pekat yang membumbung dari pelabuhan di pagi hari.

Sengketa Separatis STC

Akar konflik ini terletak pada perbedaan kepentingan yang tajam. Riyadh mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pimpinan Rashad al-Alimi.

Sebaliknya, UEA dituduh menyokong Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang ingin memisahkan diri. Saudi menuduh UEA menekan STC untuk mendesak ke arah perbatasan kerajaan. Riyadh menyebut tindakan itu melanggar “garis merah” keamanan nasional mereka.

Alimi, dalam pidato televisi, mengonfirmasi tuduhan tersebut. “Telah terkonfirmasi secara definitif bahwa UEA menekan dan mengarahkan STC untuk merusak otoritas negara melalui eskalasi militer,” tegasnya.

Akibatnya, Alimi memberlakukan zona larangan terbang serta blokade laut dan darat di semua pelabuhan selama 72 jam.

UEA: Kami Terkejut

Di Abu Dhabi, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan keterkejutannya atas serangan udara tersebut. Mereka membantah kargo itu berisi senjata untuk pemberontak. Menurut mereka, pengiriman itu ditujukan untuk pasukan Emirat sendiri dalam misi kontraterorisme.

Baca Juga :  Era De-influencing: Matinya Kepercayaan pada Review Berbayar

Namun, UEA memilih langkah de-eskalasi dengan menarik pasukan. Mereka mengakhiri misi unit kontraterorisme yang tersisa.

“Perkembangan terkini telah mendorong penilaian komprehensif,” tulis pernyataan resmi UEA. Meski begitu, pemimpin STC Aidarous al-Zubaidi menolak perintah Alimi dan tetap menyebut UEA sebagai mitra utama.

Dampak ke Minyak dan Pasar

Ketegangan ini bukan hanya soal Yaman. Faktanya, kedua negara adalah pemain utama di OPEC. Perselisihan mereka berpotensi menghambat konsensus mengenai kuota produksi minyak.

Delegasi OPEC+ kini waswas menjelang pertemuan online hari Minggu. Sementara itu, pasar saham utama di kawasan Teluk langsung merespons negatif dengan penurunan indeks akibat ketidakpastian geopolitik ini.

Amerika Serikat pun turun tangan. Menteri Luar Negeri Marco Rubio segera menelepon Menlu Saudi Pangeran Faisal bin Farhan untuk membahas stabilitas regional yang terancam runtuh.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di PS Store dan Steam akibat masalah keamanan PHP. Simak ulasan perbaikan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Matikan Server dan Hentikan Penjualan Street Fighter V

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:41 WIB

Raffi Ahmad dan Willie Salim menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

JABODETABEK

Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB

Epic Games berencana ubah EULA Unreal Engine agar karya game dapat melatih AI. Simak penjelasan Tim Sweeney. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Epic Games Siapkan Perubahan EULA Unreal Engine

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:35 WIB