JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Lima jam yang sangat krusial terekam CCTV saat pelaku beraksi membawa bom. Empat bom low explosive meledak di SMAN 72 Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).
Satu bom meledak di dalam masjid jelang Salat Jumat, sedangkan satu bom lainnya meledak di samping bank sampah sekolah.
Polisi menyebut terduga pelaku adalah siswa sekolah tersebut, kini berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).
Polisi Amankan CCTV dan Rekam Aktivitas Pelaku
Pascakejadian, polisi menyita dua CCTV yang merekam aktivitas sekitar sekolah sejak pagi hingga ledakan terjadi. Satu CCTV menyimpan 16 channel, sementara CCTV lainnya menyimpan 30 channel.
Direktur Siber Polda Metro Jaya, Kombes Roberto GM. Pasaribu, menjelaskan proses digital forensik yang menelusuri langkah-langkah ABH dari tiba di sekolah hingga meledakkan bom menggunakan remote.
Aktivitas ABH Terekam CCTV
Pukul 06.28 WIB: ABH tiba di gerbang sekolah memakai seragam, membawa tas merah di punggung dan tas biru di tangan kiri, berjalan ke arah kiri kamera.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
06.28 WIB: ABH berjalan sendiri ke koridor ruang kepala sekolah, sempat berpapasan dengan seorang guru.
11.43-11.44 WIB: ABH melintasi lorong lantai 1 timur 2 tanpa alas kaki, membawa tas merah menuju masjid.
12.02 WIB: ABH melepas seragam sekolah, mengenakan celana hitam dan kaos putih, membawa senjata mainan, mengarah ke masjid.
12.03 WIB: Ledakan terjadi, terlihat cahaya merah dan asap putih di masjid. ABH lari dari lokasi, pintu ruangan terbuka akibat ledakan, siswa lain berlarian keluar.
Polisi terus mendalami motif pelaku, menelusuri semua bukti digital, dan memastikan keamanan sekolah.
Tim forensik menegaskan bom menggunakan daya rendah (low explosive). Semua CCTV dan bukti diamankan untuk penyidikan lebih lanjut. (red)



















