Tiga Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Indonesia Desak Sidang Darurat PBB

Minggu, 5 April 2026 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Evakuasi prajurit TNI korban serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL dengan pengamanan ketat di tengah konflik bersenjata. (Posnews/ist)

Evakuasi prajurit TNI korban serangan di Lebanon Selatan saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL dengan pengamanan ketat di tengah konflik bersenjata. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gelombang serangan di Lebanon kembali memakan korban dari pasukan perdamaian Indonesia.

Kali ini, tiga prajurit TNI dilaporkan mengalami luka akibat insiden terbaru yang terjadi di wilayah konflik tersebut.

Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa laporan tersebut ia terima langsung pada Sabtu (4/4/2026) malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa penyebab pasti serangan masih dalam tahap penyelidikan oleh UNIFIL.

“Tadi malam saya menerima laporan tiga prajurit TNI terluka. Penyebabnya masih diinvestigasi, sama seperti dua insiden sebelumnya,” ujar Sugiono di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Desak Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat

Menanggapi eskalasi serangan, pemerintah Indonesia langsung mengambil langkah tegas.

Melalui Perwakilan Tetap RI di New York, Indonesia resmi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar rapat darurat.

Baca Juga :  Pemprov Buka 100 Unit Rusun Murah PIK Pulogadung, Pendaftaran Gratis Tanpa Calo

Tak butuh waktu lama, permintaan tersebut langsung mendapat dukungan dari Prancis sebagai penholder isu Lebanon di Dewan Keamanan.

Sugiono menegaskan, dalam rapat tersebut Indonesia menyampaikan dua sikap utama. Pertama, mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Kedua, mendesak investigasi menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.

Serangan ke Pasukan Perdamaian Tak Bisa Ditoleransi

Lebih lanjut, Sugiono menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat dibenarkan.

Ia mengingatkan bahwa pasukan di bawah misi Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki mandat menjaga stabilitas, bukan untuk berperang.

“They are peacekeeping, not peacemaking. Mereka dilatih untuk menjaga perdamaian, bukan menciptakan perang,” tegasnya.

Selain itu, Indonesia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pasukan penjaga perdamaian, khususnya dalam misi UNIFIL.

Baca Juga :  Aksi Pemerasan Sadis di Sawangan, Istri Diikat-Uang 2000 Euro dan HP Raib

Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh prajurit, termasuk kontingen Indonesia, mendapatkan perlindungan maksimal saat menjalankan tugas di wilayah konflik.

“Kami ingin pasukan perdamaian kita tetap sehat dan selamat dalam menjalankan mandat,” lanjut Sugiono.

Tiga Prajurit Gugur dalam Tugas Perdamaian

Di tengah situasi ini, pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik bangsa dalam misi UNIFIL.

Ketiga pahlawan tersebut adalah:

  • Zulmi Aditya Iskandar
  • Muhammad Nur Ichwan
  • Farizal Rhomadon

Sugiono menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami berduka sedalam-dalamnya. Semoga para kusuma bangsa ini mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberi kekuatan serta kesabaran,” tutupnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
KPK Sita Uang Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang, 21 Orang Diamankan
KPK Tangkap Bupati Pemalang, Kantor PUPR dan Rumah Kontraktor Disegel
MK Putus Gugatan Program MBG Besok, Nasib Anggaran MBG 2026 Ditentukan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:22 WIB

Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:59 WIB

Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB