Gelar Perkara Senin 15 Desember, Roy Suryo Cs Siap Bongkar Bukti Kasus Ijazah Jokowi

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Telematika Roy Suryo. (Posneews/Ist)

Pakar Telematika Roy Suryo. (Posneews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir bahkan semakin memanas. Kubu Roy Suryo Cs bersiap menggugat keabsahan sekitar 700 barang bukti yang disita Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, mereka akan mengajukan keberatan tersebut dalam gelar perkara khusus pada Senin (15/12/2025).

Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Abdul Gafur Sangadji, menegaskan timnya akan membedah bukti sekaligus menguji proses penyidikan.

“Kami mempertanyakan 700 barang bukti yang disebut disita, termasuk pemeriksaan 130 saksi,” kata Gafur, Minggu (14/12/2025).

Tak hanya itu, Gafur juga menyoroti pemeriksaan 28 ahli oleh penyidik. Menurutnya, Roy Suryo Cs yang berstatus tersangka berhak mengetahui alat bukti yang menjadi dasar penetapan status hukum. “Tersangka berhak mengetahui bukti yang digunakan penyidik,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Buru Penjual Senpi Ilegal Penembak Pengacara di Tanah Abang

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kubu Jokowi Hadir

Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan gelar perkara khusus tetap berlangsung sesuai jadwal. Di sisi lain, kubu Jokowi menyatakan siap hadir.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, berharap forum tersebut menjawab seluruh pertanyaan kubu Roy Suryo.

“Kami akan hadir sesuai undangan. Kami berharap forum ini menjawab semua persoalan dan segera melimpahkan perkara ke persidangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pabrik Ekstasi dan Happy Water Digerebek di Apartemen Cipinang, Produksi Puluhan Ribu Butir

Lebih lanjut, Rivai menegaskan gelar perkara khusus bukan forum pembelaan tersangka.

Ia merujuk Pasal 312 KUHP yang menyatakan pembuktian diuji di pengadilan. “Persidangan nanti terbuka untuk media dan publik agar duduk perkara jelas dan tidak ada framing,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan gelar perkara khusus digelar atas permintaan Roy Suryo Cs.

Polisi menyiapkan forum tersebut untuk memaparkan proses dan hasil penyidikan secara terbuka. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB