Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

Diplomasi meja makan di Versailles. Presiden AS Donald Trump akan menghadiri jamuan makan malam mewah dari Presiden Prancis Emmanuel Macron pasca-KTT G7. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah kembali menemui jalan buntu. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi dengan Iran berada di tahap akhir. Namun, ia tetap mengeluarkan ancaman militer jika kedua pihak gagal mencapai kata sepakat.

Trump memberikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Ruang Oval pada hari Rabu. Ia meyakini kedua negara akan segera mencapai kesepakatan. Oleh karena itu, ia berharap tidak perlu lagi ada pertumpahan darah lebih lanjut.

Ancaman “Serangan Menyakitkan” dan Skeptisisme Teheran

Sebelumnya, Trump sempat terdengar pesimistis mengenai peluang damai. Melalui unggahan di Truth Social, ia mengancam akan memulai kembali kampanye pengeboman di Iran. Ia juga menyebut kemungkinan Teheran menyetujui proposal terbaru AS sebagai “asumsi besar”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, Teheran memberikan respons yang sangat tegas. Pemerintah Iran menuduh Trump merancang rencana untuk memulai kembali perang. Mereka memperingatkan bahwa serangan baru akan memicu perang regional yang meluas ke luar Timur Tengah. Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, Teheran tetap menempuh jalur negosiasi dengan itikad baik. Namun, mereka memiliki kecurigaan yang kuat terhadap langkah politik Amerika Serikat.

Baca Juga :  Presiden Pezeshkian Tegaskan Iran Tidak Akan Menyerah

Gejolak Pasar Energi: Harga Minyak Berguncang

Kebuntuan diplomatik ini memicu volatilitas hebat di pasar energi global. Harga minyak mentah Brent berjangka sempat anjlok sekitar 4,95% ke level USD 98 per barel pada Rabu malam. Namun, optimisme pasar memudar dengan cepat, mendorong harga kembali naik di atas angka USD 100 per barel.

Para investor terus memantau apakah Washington dan Teheran mampu menemukan titik temu. Ketidakpastian ini membuat banyak perusahaan pelayaran besar memilih untuk menunda pengiriman melalui Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi seperlima pasokan energi dunia.

Upaya Mediasi: Peran Pakistan dan Jalur Beijing

Dalam upaya meredam eskalasi, pemerintah Pakistan terus menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak. Seorang pejabat Pakistan yang terlibat dalam pembicaraan tersebut menyatakan bahwa kedua pihak telah mulai mempersempit perbedaan. Oleh sebab itu, dunia kini menunggu respons resmi Iran terhadap draf terbaru yang Washington ajukan.

Baca Juga :  Kabar Baik dari Gaza: Status Kelaparan Dicabut, PBB Peringatkan Risiko Masih Tinggi

Selanjutnya, isu Iran dipastikan menjadi topik utama dalam agenda kunjungan Presiden Trump ke Beijing. Ia akan menemui Presiden Xi Jinping pada hari Rabu. Maka dari itu, Washington sangat mengharapkan China menggunakan pengaruh ekonominya untuk menekan Teheran agar bersedia menyetujui kesepakatan damai.

Menatap Masa Depan Konflik

Masa depan stabilitas global kini bergantung pada hasil perundingan intensif dalam beberapa hari mendatang. Jika kedua belah pihak gagal menemukan titik temu, ancaman militer akan terus menghantui kawasan tersebut.

Singkatnya, masyarakat internasional kini memantau apakah diplomasi melalui mediator Pakistan dan China mampu memberikan hasil konkret. Di tahun 2026 yang penuh gejolak ini, kemampuan Trump untuk menyeimbangkan tekanan politik domestik dengan ambisi keamanan nasional menjadi pertaruhan terbesar bagi pemerintahannya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru