Guru MI Dihajar Wali Murid di Sampang, Babak Belur di Warung – Polisi Turun Tangan

Senin, 9 Februari 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penganiayaan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Penganiayaan. (Posnews/Ist)

SAMPANG, POSNEWS.CO.ID – Seorang guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Sampang, Madura, jadi korban penganiayaan brutal. Korban dihajar wali murid bersama keluarganya hingga babak belur. Video aksinya viral dan bikin geger warga.

Kejadian berlangsung di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung. Saat itu, korban tengah beristirahat di sebuah warung. Tiba-tiba, pelaku datang dan langsung mengepung korban.

Suasana pun mencekam. Sejumlah warga, termasuk ibu-ibu, menangis histeris melihat pemukulan terjadi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus ini dipicu masalah di sekolah. Saat mengajar di MI Miftahul Adfal, korban menegur murid yang bercanda di kelas.

Teguran tak digubris. Guru lalu memberi teguran fisik ringan memakai kayu penunjuk.

Namun, murid tersebut mengadu ke orang tuanya dengan versi berbeda. Tak terima, wali murid berinisial S bersama kerabatnya HA mendatangi korban.

Mirisnya, pelaku disebut membawa senjata tajam.

Baca Juga :  Jepang Gandeng AS dan Timur Tengah Amankan Selat Hormuz

Tanpa banyak bicara, pelaku langsung memukul korban menggunakan tangan kosong dan sarung penutup senjata.

Akibatnya, korban mengalami luka lebam parah di punggung, pundak, dan leher.

Warga sekitar segera melerai dan menyelamatkan korban agar tidak tewas. Kasus ini langsung ditangani polisi.

Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Eko Puji Waluyo, memastikan penyidik Satreskrim tengah memburu pelaku.

Polisi juga mendalami keterangan saksi untuk menjerat pelaku sesuai hukum. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ledakan Mortir 81 Mm di Cipatat Tewaskan 3 Warga, Polisi Selidiki Asal Amunisi
Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:05 WIB

Ledakan Mortir 81 Mm di Cipatat Tewaskan 3 Warga, Polisi Selidiki Asal Amunisi

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Berita Terbaru

Fenomena baru industri game independen. Dua pemuda asal Jepang mencetak rekor penjualan fantastis lewat game petak umpet unik Meccha Chameleon. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Meccha Chameleon Raup Rp 877 Miliar Hanya dalam Sebulan

Kamis, 9 Jul 2026 - 08:29 WIB