Tragedi di Arena Hoki: Penembakan di Rhode Island Tewaskan 3 Orang, Termasuk Pelaku

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prahara di tengah kompetisi. Sebuah insiden penembakan massal mengguncang Dennis M. Lynch Arena di Pawtucket, menewaskan seorang anak perempuan dan melukai beberapa lainnya dalam aksi yang diduga bermotif keluarga. Dok: Istimewa.

Prahara di tengah kompetisi. Sebuah insiden penembakan massal mengguncang Dennis M. Lynch Arena di Pawtucket, menewaskan seorang anak perempuan dan melukai beberapa lainnya dalam aksi yang diduga bermotif keluarga. Dok: Istimewa.

PAWTUCKET, POSNEWS.CO.ID – Kota Pawtucket di negara bagian Rhode Island menjadi saksi tragedi berdarah pada Senin sore. Sebuah aksi penembakan di dalam fasilitas publik merenggut tiga nyawa dan melukai tiga orang lainnya secara serius.

Kepala Polisi Pawtucket, Tina Goncalves, mengonfirmasi bahwa petugas segera merespons laporan tembakan di Dennis M. Lynch Arena. Saat kejadian, arena tersebut tengah menyelenggarakan acara hoki yang melibatkan siswa dari berbagai sekolah. Fasilitas tersebut dalam kondisi sangat ramai oleh para siswa dan orang tua saat suara tembakan memecah suasana.

Motif Keluarga dan Korban di TKP

Tim penyelidik menemukan fakta memilukan di balik aksi keji ini. Temuan awal menunjukkan bahwa penembak kemungkinan besar menargetkan anggota keluarganya sendiri di tengah kerumunan. Salah satu korban tewas petugas identifikasi sebagai seorang anak perempuan.

Baca Juga :  Delapan Negara Muslim Bersatu Tolak Perluasan Israel

Terduga pelaku sendiri mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Polisi menduga pelaku melakukan bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri setelah melancarkan serangan. Sementara itu, tiga korban luka lainnya kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang parah. Pihak medis menyatakan status mereka masih dalam kondisi kritis.

Respon Pemerintah dan Keamanan Siswa

Gubernur Rhode Island, Dan McKee, menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya melalui platform X. Ia menegaskan bahwa Polisi Negara Bagian Rhode Island kini bekerja sama dengan penegak hukum setempat untuk mengusut tuntas kasus ini. “Saya mendoakan warga Pawtucket dan semua pihak yang terdampak,” tulis sang Gubernur.

Pihak sekolah yang terlibat memastikan bahwa seluruh siswa lainnya sudah terdata dan dalam kondisi aman. Otoritas pendidikan kini sedang berkoordinasi untuk memproses penyatuan kembali para siswa dengan keluarga mereka secara aman. Kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi komunitas sekolah yang menyaksikan langsung aksi kekerasan tersebut.

Baca Juga :  Amerika Serikat Resmi Blokade Selat Hormuz guna Tekan Harga Bensin dan Nuklir Iran

Tren Kekerasan Senjata di Rhode Island

Penembakan di Pawtucket ini menambah daftar panjang kekerasan senjata di Rhode Island, negara bagian terkecil di Amerika Serikat. Baru-baru ini, tepatnya pada Desember lalu, insiden serupa juga terjadi di Brown University, Providence, yang memakan korban jiwa dan luka-luka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rentetan kejadian ini memicu kekhawatiran yang semakin besar di kalangan publik Amerika Serikat mengenai keamanan di ruang publik. Isu kontrol senjata dan perlindungan terhadap fasilitas pendidikan diprediksi akan kembali menjadi topik panas di Washington menyusul tragedi terbaru di Pawtucket ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026
KKB Papua Bunuh 10 Pendulang Emas di Pegunungan Bintang, Korban Diduga Bertambah
Model Cantik Ansy Jan De Vries Ngaku Dibegal, Ternyata Luka Bisul Pecah
Kemendag Kawal Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji di Arab Saudi
Lewis Hamilton Tepis Rumor Pensiun: Tegaskan Tetap Bersaing di F1
Trump Ancam Intervensi Militer Setelah Dakwa Raul Castro
Pura-pura Jadi Penumpang, Begal di Bogor Malah Babak Belur
Trump Tolak Proposal Iran Saat Harga Minyak Dunia Melonjak

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:50 WIB

Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:42 WIB

KKB Papua Bunuh 10 Pendulang Emas di Pegunungan Bintang, Korban Diduga Bertambah

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:15 WIB

Model Cantik Ansy Jan De Vries Ngaku Dibegal, Ternyata Luka Bisul Pecah

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:53 WIB

Kemendag Kawal Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji di Arab Saudi

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:45 WIB

Lewis Hamilton Tepis Rumor Pensiun: Tegaskan Tetap Bersaing di F1

Berita Terbaru

Melawan degradasi fisik. Novak Djokovic menginjak usia 39 tahun dengan tantangan berat di Prancis Terbuka, namun sang legenda tetap menolak untuk mundur di tengah dominasi para rival muda yang lebih bugar. Dok: Istimewa.

SPORT

Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:50 WIB