Harga BBM vs Perang Iran: Trump Abaikan Lonjakan Harga demi Fokus Operasi Militer

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Negosiasi di hari lahir. Presiden AS Donald Trump menggelar diplomasi telepon bersama Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy menjelang pembukaan KTT G7 di Prancis. Dok: Istimewa.

Negosiasi di hari lahir. Presiden AS Donald Trump menggelar diplomasi telepon bersama Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy menjelang pembukaan KTT G7 di Prancis. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengirimkan pesan yang sangat berani sekaligus kontroversial terkait ekonomi domestik. Ia secara resmi mengesampingkan kekhawatiran mengenai melonjaknya harga bahan bakar demi memuluskan kampanye militer terhadap Iran.

Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters pada Kamis (5/3/2026), Trump menyatakan ketidaktertarikannya pada keluhan masyarakat mengenai biaya pengisian BBM di pompa bensin. “Saya tidak punya kekhawatiran soal itu,” tegas Trump. Menurutnya, prioritas keamanan nasional jauh lebih penting daripada kenaikan harga bensin yang ia sebut “hanya sedikit”.

Pergeseran Nada dan Realitas Pasar

Pernyataan terbaru ini menandai pergeseran nada bicara yang sangat tajam bagi sang presiden. Padahal, hanya sebulan yang lalu dalam pidato kenegaraan, Trump bangga memamerkan penurunan harga energi sebagai prestasinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, data dari AAA menunjukkan realitas yang berbeda. Harga rata-rata bensin nasional di Amerika Serikat telah melonjak 27 sen sejak pekan lalu menjadi $3,25 per galon. Angka ini merupakan respon langsung dari kenaikan harga minyak global sebesar 16 persen sejak perang udara pecah pada hari Sabtu lalu. Trump tetap bersikeras bahwa biaya tersebut akan turun drastis begitu konflik selesai, yang ia prediksi berlangsung dalam waktu empat hingga lima minggu.

Baca Juga :  Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Kepanikan Internal di Gedung Putih

Meskipun Trump tampil tenang, suasana di balik layar Gedung Putih justru penuh ketegangan. Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa Kepala Staf Susie Wiles dan Sekretaris Energi Chris Wright terus berkomunikasi intensif dengan para pimpinan perusahaan minyak raksasa.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengungkapkan bahwa tim keamanan nasional dan energi sedang berupaya keras menyusun langkah-langkah darurat untuk menekan harga. Pasalnya, Susie Wiles secara internal telah memberikan peringatan keras. Ia melabeli kegagalan dalam menangani lonjakan harga BBM ini sebagai potensi “bencana” bagi kemenangan Partai Republik di pemilihan Kongres mendatang. Para pemilih saat ini sudah sangat tidak puas dengan tingginya biaya hidup dan pengawasan ekonomi Trump.

Penolakan Cadangan Minyak dan Strategi “Hormuz”

Trump secara tegas menolak opsi untuk menggunakan Cadangan Minyak Strategis (SPR), stok minyak darurat terbesar di dunia. Ia merasa sangat percaya diri bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi pengiriman minyak internasional.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Peneror Bom 10 Sekolah di Depok, Pelaku Bantah Kirim Email Ancaman

Alasannya, Trump mengeklaim angkatan laut Iran sudah hancur dan berada di “dasar laut” akibat gempuran AS-Israel. Sebagai gantinya, administrasi Trump sedang mempertimbangkan beberapa opsi kebijakan lain, antara lain:

  • Penangguhan Pajak Bensin Federal: Memberikan libur pajak sementara bagi konsumen.
  • Pelonggaran Aturan Lingkungan: Mengizinkan campuran etanol yang lebih tinggi pada bensin musim panas guna meningkatkan ketersediaan stok.
  • Pengawalan Militer Tanker: Menjamin keamanan pelayaran melalui asuransi risiko yang didukung pemerintah dan pengawalan kapal perang.

Taruhan pada Perang Singkat

Gedung Putih tampaknya sedang bertaruh besar bahwa penderitaan rakyat Amerika di pompa bensin hanya akan berlangsung singkat. Para penasihat energi telah meyakinkan Trump bahwa guncangan harga awal ini tidak seburuk yang banyak pihak takutkan.

Namun demikian, para pimpinan industri energi merasa skeptis. Tiga eksekutif minyak menyebutkan bahwa menu pilihan kebijakan yang tersedia bagi Gedung Putih saat ini tidak akan banyak mengubah keadaan secara signifikan. Fokus utama dunia internasional kini tertuju pada apakah militer AS benar-benar mampu memulihkan lalu lintas di Selat Hormuz secepat janji Trump, atau justru membiarkan krisis energi ini melumpuhkan ekonomi global di sisa tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB