Hari Ke-8 Longsor Cisarua, 70 Jenazah Ditemukan – Pencarian 10 Korban Terus Dikebut

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Basarnas mengevakuasi kantong body part korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. (Posnews/Ist)

Petugas Basarnas mengevakuasi kantong body part korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat. (Posnews/Ist)

BANDUNG BARAT, POSNEWS.CO.ID – Tim SAR Gabungan terus melanjutkan operasi pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Hingga hari kedelapan pencarian, Sabtu (31/1/2026), petugas mengevakuasi total 70 kantong jenazah (bodypack). Sementara itu, tim masih mencari sekitar 10 korban yang dilaporkan hilang.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengungkapkan petugas menemukan 10 kantong jenazah baru sejak pagi hingga sore hari.

Tim SAR menemukan jenazah tersebut di sejumlah worksite di Desa Pasirlangu, sehingga total evakuasi mencapai 70 bodypack.

Baca Juga :  Update Bencana Maut Sumatera: 770 Tewas, 463 Hilang - Polri All Out Evakuasi dan Kirim Bantuan

“Kami menemukan 10 bodypack di berbagai titik pencarian hari ini. Hingga sore, total evakuasi mencapai 70 bodypack,” ujar Ade Dian di lokasi bencana.

Dari seluruh bodypack yang berhasil dievakuasi, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah mengidentifikasi 52 jenazah.

Petugas langsung menyerahkan jenazah yang teridentifikasi kepada pihak keluarga, sementara sisanya masih menunggu proses identifikasi lanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, operasi SAR belum berakhir. Tim SAR gabungan terus memfokuskan pencarian terhadap sekitar 10 warga yang belum ditemukan.

Baca Juga :  Soeharto dan Gus Dur Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

Petugas tetap mewaspadai potensi longsor susulan akibat kondisi tanah labil dan cuaca yang belum sepenuhnya stabil.

Untuk mempercepat pencarian, tim melibatkan personel TNI, Polri, anjing pelacak (K9), serta alat berat guna menyisir titik-titik rawan yang diduga masih menimbun korban.

Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan memastikan operasi pencarian akan terus berjalan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB