Hujan Ekstrem Ancam Jakarta, Pramono Anung Siapkan WFH dan PJJ Jika Banjir Terulang

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir Kepung Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi dan Puluhan Jalan Lumpuh. (Posnews/MR)

Banjir Kepung Jakarta, Ratusan Warga Mengungsi dan Puluhan Jalan Lumpuh. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewaspadai curah hujan tinggi seperti mengguyur Jakarta pada 17โ€“18 Januari 2026.

Hujan deras tersebut menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan dan permukiman warga, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Pramono menegaskan, banjir tidak boleh kembali terjadi karena berdampak langsung pada mobilitas warga, terutama saat hari kerja. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus menyiapkan langkah antisipasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, Pemprov DKI tidak menerapkan work from home (WFH) saat banjir terjadi akhir pekan lalu. Pasalnya, hujan deras turun bertepatan dengan libur panjang.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Anung Ajak Warga Jaga Jakarta, CFD Sudirman-Thamrin Tetap Digelar

โ€œSaat curah hujan tinggi terjadi Sabtu dan Minggu, kebetulan sedang libur panjang, sehingga tidak memerlukan work from home,โ€ ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).

WFH Berlaku Jika Banjir Terjadi di Hari Kerja

Meski begitu, Pramono memastikan WFH akan diberlakukan apabila hujan ekstrem kembali terjadi pada hari kerja. Kebijakan tersebut juga akan diterapkan pada sektor pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).

โ€œJika itu terjadi di hari biasa, saya akan memutuskan work from home, terutama untuk anak-anak didik,โ€ tegasnya.

Baca Juga :  Gelombang Maut Mengintai, BMKG Warning Siklon 96S - Warga Pesisir Diminta Siaga Total

Pemprov DKI Siapkan OMC Sebulan

Selain kebijakan WFH, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya pencegahan banjir. Bahkan, anggaran OMC telah disiapkan untuk durasi satu bulan penuh.

โ€œBiasanya OMC hanya satu sampai tiga hari. Sekarang kami siapkan sampai satu bulan karena cuaca memang sedang ekstrem,โ€ kata Pramono.

Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi banjir dan menjaga aktivitas warga Jakarta tetap berjalan di tengah ancaman cuaca ekstrem. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas
Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Mengintai Bogor dan Tangerang
Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos
Jakarta Cerah Berawan, Bogor Berpotensi Hujan Petir Jumat 11 September
Video Diduga Hina Nabi Viral, Majelis Dzikir Abah Setu di Bekasi Digeruduk Warga
Jabodetabek Kamis Diprediksi Panas, Bogor dan Depok Waspada Hujan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 05:52 WIB

BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Sabtu, 12 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Hujan Mengintai Bogor dan Tangerang

Jumat, 11 September 2026 - 15:35 WIB

Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos

Berita Terbaru