Imbas Demo DPR, KAI Commuter Batasi Perjalanan Hingga Kebayoran–Palmerah

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Suasana padat penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen dan Gambir. (Posnews/KAI)

Ilustrasi, Suasana padat penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen dan Gambir. (Posnews/KAI)

JAKARTA – KAI Commuter membatasi perjalanan Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang hanya sampai Stasiun Kebayoran dan Palmerah. Kebijakan ini berlaku pada Kamis (28/8/2025) sore, akibat aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI.

Melalui akun resmi @CommuterLine, KAI Commuter menyampaikan bahwa kereta dari arah Rangkasbitung, Parung Panjang, dan Serpong hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Kebayoran dan Palmerah sebelum kembali menuju Serpong, Parung Panjang, maupun Rangkasbitung.

“Pembatasan perjalanan terjadi karena adanya kerumunan massa di perlintasan kereta api saat aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR,” tulis KAI Commuter.

Baca Juga :  BNPB Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Selama 5 Hari, Cegah Banjir dan Cuaca Ekstrem

Sebagai solusi, penumpang dari arah Bogor, Cikarang, Kampung Bandan, dan Tangerang yang ingin menuju Serpong, Parung Panjang, atau Rangkasbitung diminta turun di Stasiun Karet. Selanjutnya, mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan transportasi alternatif atau naik kembali dari Stasiun Kebayoran maupun Palmerah.

Sementara itu, penumpang dari arah Rangkasbitung, Parung Panjang, dan Serpong yang menuju Tangerang, Kampung Bandan, Cikarang, atau Bogor harus turun di Stasiun Kebayoran atau Palmerah, lalu melanjutkan perjalanan dari Stasiun Karet.

Baca Juga :  Sakit Hati Usai Putus, Kakek di Situbondo Nekat Bakar Rumah Mantan Istri Siri

KAI Commuter juga mengimbau pengguna jasa agar mengikuti arahan petugas, mendahulukan penumpang yang keluar, serta menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas pengertiannya,” tulis KAI Commuter. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB