Indonesia Menang Telak di Asia-Pasifik, Melaju ke Presiden Dewan HAM PBB 2026

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi Senyap Berbuah Manis, Indonesia Melangkah ke Kursi Presiden Dewan HAM PBB. (Posnews/Ist)

Diplomasi Senyap Berbuah Manis, Indonesia Melangkah ke Kursi Presiden Dewan HAM PBB. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Indonesia menggema di panggung dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi menunjuk Indonesia sebagai nominee kawasan Asia-Pasifik untuk posisi Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun 2026.

Penetapan ini jadi pukulan telak yang membanggakan bagi diplomasi HAM RI.

Penunjukan tersebut menandai lonjakan peran Indonesia dalam isu HAM global. Pasalnya, Presiden Dewan HAM PBB memegang kendali penting, mulai dari mengatur agenda sidang, memimpin forum internasional, hingga meredam konflik pandangan antarnegara.

Saat ini, Indonesia juga masih duduk sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2024–2026. Ini sekaligus menjadi keanggotaan keenam Indonesia sejak lembaga tersebut berdiri pada 2006.

Kementerian Hak Asasi Manusia menilai momentum ini sebagai modal besar Indonesia untuk tampil sebagai pemimpin HAM dunia.

Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan pemerintah tidak banyak bicara di publik, namun aktif melobi lewat jalur diplomasi yang terukur dan bersahabat.

Baca Juga :  Prabowo Desak Perang Gaza Segera Dihentikan, Ribuan Warga Palestina Jadi Korban

“Kami memperkuat hubungan bilateral, dialog substantif, dan kepercayaan antarnegara,” ujar Pigai, Rabu (7/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan, lawatan ke Laos, Australia, Thailand, dan Qatar pada akhir 2025 menjadi senjata utama diplomasi Indonesia.

Pigai mengakui, jalan Indonesia tidak mulus. Thailand ikut maju sebagai kandidat dari Asia-Pasifik.

“Negosiasi kami lakukan. Namun, karena sama-sama bertahan, pemungutan suara jadi penentu akhir,” katanya.

Diplomasi Senyap Jadi Penentu

Tak hanya jalur resmi, Indonesia juga memainkan diplomasi senyap lewat diplomat kawakan. Salah satunya Makarim Wibisono, mantan Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa.

Melalui pertemuan sela dan komunikasi informal, dukungan negara-negara anggota perlahan berhasil dikunci.

Puncaknya terjadi di Qatar, saat komunikasi tingkat tinggi melibatkan Perdana Menteri Qatar dan negara Asia-Pasifik lewat telekonferensi. Langkah ini mempertegas kesiapan Indonesia memimpin Dewan HAM PBB.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Senin 26 Januari 2026 Didominasi Berawan dan Hujan Ringan

Hasilnya, dalam rapat Asia-Pacific Group di Jenewa, 23 Desember 2025, Indonesia menyapu 34 suara dari 47 negara. Thailand hanya mengantongi 7 suara. Sisanya abstain dan suara tak sah.

Dengan hasil itu, Indonesia resmi jadi kandidat tunggal kawasan Asia-Pasifik.

“Ini bukan sekadar menang angka, tapi bukti kepercayaan kawasan kepada Indonesia sebagai jembatan dialog di tengah dunia yang terbelah,” tegas Pigai.

Kini, Indonesia melangkah ke fase akhir pemilihan Presiden Dewan HAM PBB 2026.

Harapan besar pun mengiringi, agar Indonesia mampu memimpin secara tegas, adil, dan kredibel, sekaligus menjaga isu HAM tetap objektif di tengah panasnya politik global.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar
Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan
Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap
Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari
Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme
Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit
Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI
Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:23 WIB

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:50 WIB

Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:06 WIB

Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:49 WIB

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme

Berita Terbaru