Jasad Pria dengan Luka Tembak di Kepala Ditemukan di Jaksel, Polisi Selidiki Senjata Api

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan, digegerkan dengan temuan jasad seorang pria berinisial BA (54) yang ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam rumahnya di Jalan Deplu, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan.

Setelah melakukan penyelidikan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi memastikan korban meninggal akibat bunuh diri.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menegaskan hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban mengakhiri hidupnya sendiri.

“Yang bersangkutan bunuh diri,” ujar Seala saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).

Diduga Dipicu Masalah Pribadi

Polisi menduga aksi nekat tersebut dipicu persoalan pribadi yang tengah dihadapi korban. Meski demikian, penyidik masih mendalami latar belakang masalah tersebut.

“Diduga karena masalah pribadi,” kata Seala.

Di sisi lain, polisi juga masih menyelidiki asal-usul senjata api yang digunakan korban dalam peristiwa tragis tersebut.

“Untuk masalah senjata api masih dalam penyelidikan,” tambahnya.

Jasad Korban Ditemukan di Ruang Kerja

Peristiwa ini pertama kali terungkap pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di rumah korban merasa curiga setelah anjing di sekitar rumah terus menggonggong sejak pagi hari.

Karena merasa ada yang tidak beres, saksi kemudian mengecek ke area rumah korban. Dari luar kamar atau ruang kerja, saksi melihat bagian kaki korban tergeletak di dalam ruangan.

Setelah menunaikan salat Jumat, ART tersebut kembali mendatangi kamar korban untuk menanyakan pekerjaan. Namun, saat pintu kamar dibuka, saksi langsung menemukan korban sudah tidak bernyawa.

“Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di bagian kepala, dan di tangan kanan korban terdapat senjata jenis pistol,” jelas Seala.

Polisi Amankan Pistol Glock hingga Airsoft Gun

Usai menerima laporan warga, polisi langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Petugas kemudian mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar tubuh korban.

Baca Juga :  Kecanduan Media Sosial: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Barang bukti yang diamankan antara lain:

  • 1 pucuk pistol Glock 17 kaliber 9 mm
  • 1 selongsong peluru kaliber 9 mm
  • 1 magasin berisi 4 butir peluru kaliber 9 mm
  • 1 airsoft gun Glock 17 kaliber 4,5 mm
  • 1 senapan airsoft gun HK MP7 kaliber 4,5 mm
  • 4 magasin kaliber 4,5 mm
  • 3 unit telepon genggam
  • 1 kartu keanggotaan klub menembak
  • 3 bendel dokumen
  • 3 unit flashdisk

Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, terutama untuk menelusuri legalitas kepemilikan senjata api serta kronologi pasti kejadian.

Polisi memastikan penyelidikan tetap berlanjut guna memastikan tidak ada unsur pidana lain di balik kematian pria yang ditemukan tewas dengan luka tembak di Pesanggrahan, Jakarta Selatan tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata
Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026
Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku
Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong
Program MBG Dievaluasi, 1.512 SPPG Dihentikan Belum Punya Sertifikat Higiene

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:31 WIB

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:20 WIB

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Berita Terbaru

Struktur adalah takdir. Melalui lensa Neo-Realisme Kenneth Waltz, kita memahami bahwa konflik dunia bukan disebabkan oleh sifat jahat manusia, melainkan oleh sistem internasional yang memaksa setiap negara untuk terus waspada demi bertahan hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:20 WIB

Politik adalah cermin manusia. Melalui kacamata Realisme Klasik Hans Morgenthau, kita memahami bahwa konflik global bukan sekadar masalah teknis diplomatik, melainkan manifestasi dari dorongan biologis manusia untuk mendominasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:19 WIB