Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KRI Sriwijaya-100 resmi masuk jajaran TNI AL setelah prosesi pengibaran Merah Putih di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara.
(Posnews/Inews)

KRI Sriwijaya-100 resmi masuk jajaran TNI AL setelah prosesi pengibaran Merah Putih di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Posnews/Inews)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Jakarta. Namun, kedatangannya bukan sekadar seremoni.

Di balik kapal raksasa yang kini bersandar di Tanjung Priok itu, TNI Angkatan Laut (TNI AL) mulai menyiapkan organisasi, awak, hingga pangkalan untuk mengoperasikannya.

Garibaldi masuk ke kawasan Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sekitar pukul 07.58 WIB, Jumat (18/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Italia sejak 24 Agustus dan singgah di sejumlah negara, termasuk Sri Lanka.

Meski sudah tiba di Indonesia, kapal tersebut belum resmi menjadi KRI. TNI AL menjadwalkan serah terima dari Italia sekaligus pergantian bendera pada 24 September 2026.

Setelah itu, ITS Giuseppe Garibaldi akan menggunakan nama KRI Sriwijaya.

TNI AL Kaji Pembentukan Satuan Baru

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan TNI AL masih mengkaji satuan yang paling tepat untuk menaungi KRI Sriwijaya.

Untuk sementara, kapal tersebut kemungkinan ditempatkan di Satuan Kapal Bantu (Satban).

Namun, TNI AL juga mempertimbangkan pembentukan satuan baru atau menempatkannya di bawah Komando Armada maupun Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

” Mungkin sementara kapal ini masuk di Satuan Kapal Bantu ya. Nanti kita lihat yang tepat di mana, apakah kita perlu membangun satuan baru, apakah di Satban, Koarmada, atau di Kolinlamil, nanti kita masih pertimbangkan ini,” kata Ali di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jumat (18/9/2026).

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kehadiran kapal induk membutuhkan penyesuaian organisasi.

TNI AL tidak hanya perlu menyiapkan kapal, tetapi juga struktur komando, awak, pemeliharaan, pangkalan, serta sistem pendukung operasional.

310 Personel Disiapkan Jadi Awak

Persiapan juga menyentuh sumber daya manusia.

TNI AL telah menyiapkan 310 personel calon awak KRI Sriwijaya. Mereka mengikuti pelatihan untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam mengoperasikan kapal tersebut.

Baca Juga :  Pelaku Penembakan Bar Canggu Diduga Kabur ke Luar Bali, Polisi Memburu

Pelatihan menjadi bagian penting karena pengoperasian kapal induk membutuhkan kemampuan yang berbeda dibandingkan kapal perang pada umumnya.

Karena itu, TNI AL menyiapkan personel secara bertahap sebelum kapal menjalankan tugas operasional penuh.

Lampung Disiapkan Jadi Pangkalan

Selain organisasi dan awak, TNI AL mulai mempersiapkan pangkalan untuk KRI Sriwijaya.

Lampung menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan. Menurut Ali, kondisi geografis Lampung dinilai mendukung pengoperasian kapal berukuran besar tersebut.

“Kita sedang siapkan ini. Dalam paralel kita menyiapkan juga pangkalannya untuk di Lampung,” ujar Ali.

Ia menjelaskan, kedalaman perairan menjadi salah satu pertimbangan. Draft kapal berada di kisaran 8 hingga 8,5 meter, sehingga TNI AL mencari wilayah yang memiliki kedalaman memadai.

Selain itu, akses navigasi yang baik dan kondisi perairan yang relatif terlindung turut menjadi pertimbangan dalam menyiapkan pangkalan.

Meski Lampung menjadi salah satu pilihan, TNI AL belum menetapkan lokasi tersebut sebagai pangkalan permanen. Sejumlah pangkalan lain juga disiapkan sebagai alternatif.

Fokus Utama untuk Penanganan Bencana

Kehadiran KRI Sriwijaya juga diarahkan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Ali mengatakan kemampuan kapal akan dimanfaatkan terutama untuk penanganan bencana dan misi kemanusiaan.

Kapal tersebut dapat mendukung pengangkutan helikopter dan distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Namun juga bisa digunakan untuk kepentingan militer, untuk perang. Tapi kita fokuskan terutama untuk OMSP, di mana negara kita ini banyak bencana alam,” kata Ali.

Peran tersebut menjadi relevan karena Indonesia menghadapi berbagai jenis bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, banjir, hingga erupsi gunung api.

Dengan kapal berukuran besar, bantuan dapat dikirim melalui jalur laut ketika akses darat maupun udara mengalami gangguan.

Bisa Dikerahkan untuk Karhutla

Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa TNI AL menyiapkan kapal tersebut untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika dibutuhkan.

Namun, kapal belum bisa langsung dikerahkan. Setelah serah terima pada 24 September, Garibaldi masih harus menjalani retrofit atau modernisasi agar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL dan kondisi perairan tropis Indonesia.

Baca Juga :  WNA Brunei Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Tangkap Sesama Rekannya

Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa kapal akan dimodifikasi agar dapat mendukung pengoperasian helikopter dan drone untuk membantu penanganan bencana.

Menurut keterangan pemerintah, konfigurasi tersebut nantinya dapat mendukung operasi helikopter untuk membawa air menuju titik-titik kebakaran.

Karena itu, fungsi kapal tidak berhenti pada kemampuan tempur. Kapal tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu sarana pendukung ketika Indonesia menghadapi bencana berskala besar.

Belum Langsung Operasional Penuh

TNI AL menegaskan proses menuju operasional penuh membutuhkan sejumlah tahapan.

Pertama, Italia dan Indonesia harus menyelesaikan proses serah terima. Selanjutnya, bendera Italia akan diganti dengan Merah Putih dan kapal menggunakan nama KRI Sriwijaya.

Setelah itu, TNI AL masih harus menyelesaikan pembenahan fisik dan mesin. Modernisasi dilakukan untuk menyesuaikan kapal dengan kebutuhan operasi TNI AL.

Dengan demikian, kedatangan Garibaldi pada 18 September belum berarti kapal langsung menjalankan seluruh fungsi operasionalnya.

Dikawal Dua Fregat Saat Masuk Indonesia

Perjalanan Garibaldi menuju Jakarta sebelumnya mendapat pengawalan khusus.

Saat memasuki wilayah Indonesia melalui ALKI I di perairan Bangka, kapal tersebut dikawal KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Unsur penerbangan TNI AL juga ikut dalam rangkaian pengawalan.

Sementara itu, Garibaldi masih mengibarkan bendera Italia selama perjalanan karena proses serah terima kepada Indonesia belum berlangsung.

Situasi tersebut akan berubah pada 24 September ketika proses serah terima dan pergantian bendera dijadwalkan berlangsung di Tanjung Priok.

Dari Garibaldi Menjadi KRI Sriwijaya

Nama baru kapal ini membawa identitas Indonesia ke dalam sejarah operasionalnya.

Setelah serah terima selesai, ITS Giuseppe Garibaldi akan resmi menjadi KRI Sriwijaya, sekaligus tercatat sebagai kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL.

Namun, perjalanan kapal tersebut sebagai bagian dari armada Indonesia baru memasuki tahap awal.

TNI AL masih harus memastikan kesiapan awak, organisasi, pangkalan, sistem pemeliharaan, hingga integrasi teknologi.

Semua tahapan tersebut menjadi penting agar kapal dapat menjalankan fungsi yang direncanakan, terutama dalam operasi kemanusiaan dan penanganan bencana. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri
Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati
Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya
Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:40 WIB

Tak Lagi Sejalan dengan Hati Nurani, AKBP Netty Pilih Tinggalkan Polri

Senin, 2 November 2026 - 19:32 WIB

Kapolri Suyudi Ancam Pidanakan Polisi dan Pegawai BNN Pakai Vape Berisi Narkotika

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Minggu, 1 November 2026 - 19:38 WIB

Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo

Minggu, 1 November 2026 - 15:31 WIB

Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan

Berita Terbaru

Pasar anime Jepang tembus rekor 4,45 triliun yen pada 2025 didorong lonjakan penjualan luar negeri dan tayangan streaming. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Pasar Anime Jepang Cetak 4,45 Triliun Yen, Luar Negeri Dominasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 06:33 WIB