Kapolri Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, Polisi Siaga Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polisi Antisipasi Hujan Lebat Saat Arus Mudik. (Posnews/Ist)

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polisi Antisipasi Hujan Lebat Saat Arus Mudik. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh jajaran kepolisian untuk bersiaga menghadapi potensi bencana alam selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.

Instruksi tersebut disampaikan saat Kapolri memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Dalam amanatnya, Kapolri mengingatkan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang memperkirakan kondisi berawan hingga hujan lebat saat periode mudik Lebaran tahun ini.

Karena itu, ia memerintahkan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.

Kapolri menekankan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan selatan Indonesia.

Wilayah yang harus mendapat perhatian khusus antara lain Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia,” tegas Sigit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga meminta seluruh jajaran menyiapkan tim tanggap bencana, peralatan pendukung, serta skema penanganan darurat mulai dari tahap pencegahan hingga pemulihan pascabencana.

Baca Juga :  Bendera One Piece Lebih Diburu Ketimbang Merah Putih di Bekasi Jelang HUT RI

Puncak Arus Mudik Diprediksi Dua Gelombang

Kapolri mengungkapkan pemerintah memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi dalam dua gelombang, yakni 14–15 Maret dan 18–19 Maret.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret.

Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, pemerintah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas nasional selama periode mudik.

Kebijakan tersebut meliputi pembatasan angkutan barang, sistem one way, contra flow, hingga ganjil-genap di sejumlah ruas jalan utama.

Selain itu, pemerintah juga mengatur jadwal penyeberangan laut serta mengalihfungsikan beberapa jembatan timbang menjadi tempat istirahat sementara bagi pemudik.

Kapolri meminta seluruh personel di lapangan memahami dan menyosialisasikan aturan tersebut kepada masyarakat.

Polisi Petakan Gangguan Keamanan

Di sisi lain, Kapolri juga memerintahkan jajarannya memetakan berbagai potensi gangguan keamanan selama musim mudik.

Beberapa potensi gangguan yang menjadi perhatian antara lain premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa di DPR/MPR Ricuh, Polisi Tegaskan Tetap Lakukan Pengamanan Humanis

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolri meminta jajaran kepolisian meningkatkan patroli rutin di titik rawan serta melibatkan unsur Pam Swakarsa.

Selain pengamanan jalan, Kapolri juga menginstruksikan seluruh Polsek dan Polres mendata rumah warga yang kosong karena ditinggal mudik.

Polisi juga diminta menyediakan layanan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang meninggalkan rumah.

Kapolri juga meminta masyarakat memanfaatkan layanan call center 110 untuk melaporkan kejadian darurat selama perjalanan mudik.

Mudik Dorong Ekonomi Nasional

Kapolri menegaskan seluruh personel harus menjalankan tugas secara maksimal demi mewujudkan slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Menurutnya, momentum Lebaran tidak hanya menjadi tradisi tahunan masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam mendorong perputaran ekonomi nasional.

Pergerakan jutaan pemudik dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah serta menciptakan efek berganda bagi masyarakat.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kita harus memperkuat soliditas dan sinergi untuk mewujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” pungkas Kapolri. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kasus Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar
Bareskrim Polri Ringkus DPO Narkoba Abdul Hamid di Pontianak, Akui Setor Rp1,6 Miliar
6.859 Masjid Ramah Pemudik Siap Layani Mudik Lebaran 2026 di Seluruh Indonesia
Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta – Kasus Narkoba di Rutan Salemba
Diskon Tol Lebaran 2026, Jasa Marga Pangkas Tarif 30 Persen di 9 Ruas Tol
Mengapa Perang Dagang Lebih Merugikan Daripada Perang Militer?
Rampok SPBU di Babelan Bekasi Gasak Rp130 Juta, Karyawan Disekap dan Ditodong Pistol
Peran Organisasi Internasional dalam Mengatur Ketertiban Dunia

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:08 WIB

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kasus Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:35 WIB

Bareskrim Polri Ringkus DPO Narkoba Abdul Hamid di Pontianak, Akui Setor Rp1,6 Miliar

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:01 WIB

Kapolri Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, Polisi Siaga Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:40 WIB

6.859 Masjid Ramah Pemudik Siap Layani Mudik Lebaran 2026 di Seluruh Indonesia

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:15 WIB

Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara, Denda Rp500 Juta – Kasus Narkoba di Rutan Salemba

Berita Terbaru