Peran Organisasi Internasional dalam Mengatur Ketertiban Dunia

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Menjunjung tinggi supremasi hukum. Legalisme Internasional membuktikan bahwa perjanjian dan pengadilan global tetap menjadi benteng terakhir kemanusiaan di dunia yang anarki. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Menjunjung tinggi supremasi hukum. Legalisme Internasional membuktikan bahwa perjanjian dan pengadilan global tetap menjadi benteng terakhir kemanusiaan di dunia yang anarki. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Di tengah ketidakpastian global, peran organisasi internasional semakin menjadi tulang punggung stabilitas dunia. Institusionalisme Liberal menawarkan perspektif optimis mengenai fenomena ini. Teori ini berargumen bahwa negara dapat bekerja sama secara berkelanjutan jika terdapat institusi yang mengatur interaksi mereka.

Institusi internasional bukan sekadar bangunan fisik di New York atau Jenewa. Mereka adalah kumpulan aturan, norma, dan prosedur yang memandu perilaku negara. Melalui institusi ini, negara-negara dapat melampaui batasan kedaulatan sempit demi mencapai tujuan bersama.

Mengurangi Biaya Transaksi Antarnegara

Negara sering menghadapi proses negosiasi yang rumit, mahal, dan memakan waktu. PBB, WTO, dan WHO hadir untuk mengurangi “biaya transaksi” tersebut. Organisasi-organisasi ini menyediakan forum permanen sehingga negara tidak perlu membangun kerangka kerja baru setiap kali muncul perselisihan.

Baca Juga :  Motor Hilang di JIEXPO, Patroli Perintis Presisi Polda Metro Jaya Bekuk Dua Pelaku

Dengan adanya aturan yang sudah mapan, negara-negara dapat menghemat sumber daya secara signifikan. Institusi menciptakan standar teknis yang mempermudah perdagangan internasional dan penanganan krisis kesehatan. Hal ini membuat kerja sama menjadi lebih murah, lebih cepat, dan lebih menarik bagi semua aktor yang terlibat.

Penyedia Informasi dan Pencegah Kecurangan

Hambatan terbesar dalam kerja sama internasional adalah rasa takut akan kecurangan (cheating). Negara sering ragu bekerja sama karena khawatir pihak lain tidak menepati janji. Di sinilah peran krusial organisasi internasional sebagai penyedia informasi yang objektif dan transparan.

Badan seperti WTO memantau kebijakan perdagangan setiap negara anggota secara ketat. Mereka melaporkan pelanggaran aturan secara terbuka kepada publik global. Transparansi ini meningkatkan risiko bagi negara yang ingin berbuat curang. Dengan adanya mekanisme pemantauan yang kredibel, negara-negara lebih berani untuk berkomitmen dalam perjanjian jangka panjang.

Baca Juga :  Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Transformasi Anarki Menjadi Tatanan Berbasis Aturan

Dunia mungkin terlihat seperti rimba raya tanpa pemimpin tunggal atau anarki. Namun, Institusionalisme Liberal membuktikan bahwa aturan tetap bisa tegak di tengah anarki tersebut. Organisasi internasional membantu mengkodifikasi norma internasional menjadi tatanan berbasis aturan (rule-based order).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negara-negara secara sukarela mengikuti aturan bersama demi stabilitas dan prediksi masa depan. Pada tahun 2026, tatanan ini berfungsi sebagai benteng utama melawan konflik fisik yang destruktif. Melalui hukum internasional, persaingan kekuatan besar berubah menjadi interaksi yang teratur dan saling menguntungkan bagi kemanusiaan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Dibongkar, 220 Kg Ganja Disita Polisi
Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar
Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump
Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas
Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris
20 Remaja Hendak Tawuran di Cilangkap Depok Diciduk Polisi, 10 Celurit Disita
Peltu TNI Dikeroyok di Depok Usai Tegur Ibu Kasar ke Anak – 2 Pelaku Ditangkap
386 Tawanan Ukraina dan Rusia Kembali ke Rumah Lewat Mediasi AS-UEA

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:23 WIB

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Dibongkar, 220 Kg Ganja Disita Polisi

Minggu, 26 April 2026 - 19:50 WIB

Kepergok Curi Motor, Pria Diikat dan Dihajar Warga Hingga Bonyok di Jakbar

Minggu, 26 April 2026 - 17:13 WIB

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 April 2026 - 16:32 WIB

Buronan KKB TJ Dibekuk, Sempat Dilumpuhkan Saat Melawan Petugas

Minggu, 26 April 2026 - 16:05 WIB

Raja Charles Kunjungi Washington di Tengah Krisis Hubungan AS-Inggris

Berita Terbaru

Supremasi hukum di perbatasan. Pengadilan banding federal membatalkan penangguhan akses suaka oleh Presiden Donald Trump, menegaskan bahwa kekuasaan eksekutif tidak dapat melampaui undang-undang imigrasi yang ditetapkan oleh Kongres di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Banding AS Blokir Perintah Eksekutif Donald Trump

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:13 WIB