Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik

Senin, 14 September 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan viral karena adegan mencekam dan penyembelihan kambing. (Posnews/Instagram)

Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan viral karena adegan mencekam dan penyembelihan kambing. (Posnews/Instagram)

PEKALONGAN, POSNEWS.CO.ID – Suasana meriah Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi kontroversi.

Video salah satu pertunjukan dalam karnaval viral di media sosial setelah menampilkan adegan menyeramkan yang oleh sejumlah warganet dinilai menyerupai ritual satanik.

Sorotan semakin tajam karena karnaval tersebut digelar dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang beredar, sejumlah peserta tampil dengan kostum menyeramkan. Ada yang mengenakan pakaian putih dengan wajah menyerupai tengkorak, sementara peserta lain tampil dengan kostum hitam.

Yang paling mengundang perhatian ialah adegan teatrikal yang menampilkan penyembelihan kambing di tengah pertunjukan. Visual tersebut kemudian memicu perdebatan luas di media sosial.

Adegan Kambing Disembelih Jadi Sorotan

Pertunjukan itu bukan sekadar parade kostum. Dalam video yang viral, terlihat adegan kambing disembelih dalam sebuah setting yang dibuat menyeramkan.

Visual tersebut membuat sebagian warganet mempertanyakan konsep yang ditampilkan. Apalagi, kegiatan itu berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi.

Sejumlah simbol dalam pertunjukan juga dinilai menyerupai ikonografi okultisme.

Namun, penilaian tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai interpretasi terhadap visual pertunjukan, bukan kesimpulan bahwa penyelenggara melakukan ritual tertentu.

Baca Juga :  KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak

Pihak panitia sendiri menyatakan belum mengetahui secara detail maksud dari penampilan tersebut.

Karnaval Diikuti 25 Barisan

Di balik kontroversi tersebut, SKNC sebenarnya merupakan kegiatan tahunan masyarakat Simbang Kulon.

Tahun ini, karnaval digelar pada Kamis (10/9/2026) dan diikuti 25 barisan yang berasal dari 25 musala di wilayah Kelurahan Simbang Kulon.

Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari parade busana, kesenian daerah, drumband, ogoh-ogoh hingga sound horeg.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebelumnya juga menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari tradisi dan budaya masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Namun, satu pertunjukan yang dinilai terlalu ekstrem justru membuat keseluruhan acara ikut menjadi sorotan.

Panitia Dipanggil Pemkab

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar mengatakan pemerintah daerah akan memanggil panitia untuk meminta penjelasan.

Pemkab juga berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendapatkan pandangan terkait kontroversi tersebut.

“Kami selaku pemerintah daerah dalam waktu dekat ini kami akan mengundang panitia untuk dilakukan klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi di sana. Acara itu kan dalam Maulid Nabi sekaligus seni dan budaya juga,” ujar Yulian, Senin (14/9/2026).

Yulian berharap klarifikasi tersebut dapat menjelaskan maksud dan tujuan adegan yang ditampilkan.

Selain itu, hasil klarifikasi akan menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan tetap memperhatikan nilai budaya, norma masyarakat dan nuansa keagamaan.

Pemkab juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum klarifikasi selesai.

Baca Juga :  Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat

MUI Tegas Soroti Konsep Pertunjukan

Kontroversi tersebut kini mendapat perhatian langsung dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis menilai atraksi bernuansa menyeramkan dan simbol yang dianggap berkaitan dengan satanik tidak sejalan dengan esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, perayaan Maulid semestinya menghadirkan kegiatan yang mendidik, menyejukkan dan memperkuat keteladanan terhadap Rasulullah.

MUI juga menyoroti adegan penyembelihan hewan yang dijadikan bagian dari pertunjukan.

“Ini jelas berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Cholil sebagaimana dikutip MUI Digital, Senin (14/9/2026).

MUI mengingatkan bahwa ekspresi seni dalam kegiatan keagamaan tetap perlu memperhatikan batas norma dan nilai yang hendak disampaikan.

Jangan Sampai Tradisi Justru Jadi Polemik

SKNC selama ini dikenal sebagai ruang kreativitas masyarakat. Bahkan, pemerintah daerah menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari tradisi dan budaya lokal.

Karena itu, kontroversi kali ini menjadi bahan evaluasi penting. Kreativitas memang dapat membuat sebuah karnaval lebih menarik.

Namun, ketika simbol, kostum atau adegan yang digunakan menimbulkan keresahan dan bertabrakan dengan konteks acara keagamaan, konsep tersebut perlu dikaji kembali.

Terlebih, Maulid Nabi memiliki pesan utama tentang keteladanan, akhlak dan persaudaraan. Pemkab Pekalongan kini menunggu penjelasan panitia.

Sementara MUI telah memberikan pandangan agar perayaan Maulid tetap menghadirkan suasana yang menyejukkan dan memperkuat nilai keislaman. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prostitusi Online WNA di Bali Bertarif Rp13,7 Juta, WNA Ghana Kehabisan Uang
Kasus Ponpes Hamalatul Quran, Kasat Reskrim, Kanit Pidum dan Kanit PPA-PPO Diganti
Polri Tunjuk AKBP Indra Maulana Saputra Jadi Kapolres Sukoharjo
Diserang Saat Duduk di Motor, ASN di Ilaga Dievakuasi Pisau Masih Tertancap
Demi Biayai Pacar, Wanita di Bone Curi dan Gadaikan Motor Ibu Kandung
Ibu dan 2 Anak Korban Kecelakaan di Pantura Lamongan, Honda Jazz Diduga Kabur
Dikira Eksekusi Baru, Dua Video Kekerasan di Papua Ternyata Rekaman Lama
Mengaku Dibacok Begal, Pria Ini Habiskan Rp3,6 Juta Uang Pinjaman untuk Judol

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:00 WIB

Prostitusi Online WNA di Bali Bertarif Rp13,7 Juta, WNA Ghana Kehabisan Uang

Senin, 2 November 2026 - 19:49 WIB

Kasus Ponpes Hamalatul Quran, Kasat Reskrim, Kanit Pidum dan Kanit PPA-PPO Diganti

Senin, 2 November 2026 - 18:57 WIB

Polri Tunjuk AKBP Indra Maulana Saputra Jadi Kapolres Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 16:28 WIB

Diserang Saat Duduk di Motor, ASN di Ilaga Dievakuasi Pisau Masih Tertancap

Senin, 2 November 2026 - 08:14 WIB

Demi Biayai Pacar, Wanita di Bone Curi dan Gadaikan Motor Ibu Kandung

Berita Terbaru

Gencatan senjata lokal 6 hari di Oleshky Kherson berakhir. 167 warga sipil berhasil dievakuasi lewat rute transit Belarus usai mediasi Melania. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

167 Warga Sipil Berhasil Dievakuasi dari Oleshky Kherson

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:30 WIB

Gelombang penembakan massal melanda pusat hiburan malam AS saat libur Halloween. Sedikitnya 8 orang tewas di Dallas, Birmingham, Arkansas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Guncang Hiburan Malam AS Saat Halloween

Selasa, 3 Nov 2026 - 09:30 WIB

Gedung Putih siapkan perintah eksekutif dan pertahanan hukum untuk antisipasi kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS. Simak rincian strategi imigrasi dan anggarannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gedung Putih Siapkan Perintah Eksekutif dan Pertahanan Hukum

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:30 WIB

Dua hari menjelang Pemilu Sela AS, Demokrat Michigan dukung kandidat Republik Mike Rogers, sementara gugatan tim Trump di Alaska ditolak hakim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jelang Pemilu Sela: Partai Republik Raih Dukungan di Michigan

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:38 WIB