Kasus PRT Tewas di Benhil Diusut, Dugaan Penyekapan dan Perdagangan Orang Mencuat

Senin, 27 April 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Peristiwa tragis mengguncang kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Dua pekerja rumah tangga (PRT) nekat melompat dari lantai 4 kamar kos majikan pada Rabu (22/4/2026) malam.

Akibatnya, seorang korban berinisial R (15) tewas di lokasi, sementara D (30) selamat namun mengalami luka serius.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini kini ditangani serius oleh Polda Metro Jaya. Polisi mendalami dugaan penyekapan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan penyidikan masih berjalan dengan sejumlah pasal yang disiapkan.

“Penyidik mendalami dugaan penyekapan, TPPO, dan eksploitasi anak,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Polisi Bongkar Tambang Emas Ilegal Tapsel-Madina, Perputaran Uang Rp1,5 M per Hari

CCTV Diamankan, 9 Saksi Diperiksa

Selanjutnya, polisi mengamankan rekaman CCTV dan melakukan autopsi terhadap korban tewas. Sebanyak sembilan saksi telah diperiksa, mulai dari majikan, penjaga rumah, sopir, hingga penyalur tenaga kerja.

Korban yang selamat juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap fakta di balik kejadian ini.

Berdasarkan penyelidikan awal dari Polres Metro Jakarta Pusat, kedua korban diduga nekat kabur karena tidak betah bekerja.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menyebut keduanya melompat bersamaan saat mencoba melarikan diri.

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan WFH ASN Setiap Jumat, Ini Aturan dan Sanksinya

Akibat aksi nekat itu, satu korban tewas, sementara satu lainnya mengalami patah tulang.

Dugaan Perlakuan Kasar Majikan

Di sisi lain, korban selamat mengaku majikannya bersikap kasar. Meski belum ada bukti penyiksaan fisik, keterangan awal menyebut korban merasa tertekan dan tidak nyaman.

Karena itu, polisi kini menggali kemungkinan adanya kekerasan, eksploitasi, hingga pelanggaran hukum lain.

Saat ini, aparat masih mendalami seluruh aspek kasus, termasuk peran penyalur tenaga kerja dan kemungkinan jaringan TPPO.

Polisi menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg
Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik
Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas
Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:27 WIB

Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg

Senin, 14 September 2026 - 15:08 WIB

Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Senin, 14 September 2026 - 05:52 WIB

BMKG Ungkap Cuaca Jabodetabek Senin 14 September, Bekasi Terasa Panas

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Berita Terbaru