JAKARTA BARAT, POSNEWS.CO.ID – Si Jago Merah kembali mengamuk di permukiman padat penduduk di Jalan Pelita VIII RT 09/RW 04, Jatipulo, Palmerah, pada Minggu (16/11/2025) sore.
Api berkobar cepat dan memaksa warga berhamburan menyelamatkan diri. Akibat kebakaran tersebut sebanyak 14 orang menderita luka bakar, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, dan menurut laporan Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, sumber api kuat dugaan berasal dari fenomena listrik.
Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam, dan api baru benar-benar padam pukul 18.42 WIB setelah belasan unit pemadam dikerahkan ke lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
βKorban luka 14 jiwa, keluhan luka bakar ringan,β tulis laporan Gulkarmat.
Dampak kebakaran terbilang masif:
- 50 rumah terbakar
- 100 KK terdampak
- 350 jiwa kehilangan tempat tinggal
- Kerugian mencapai Rp1,3 miliar
Seluruh korban kini menjalani perawatan medis. Sebagian besar mengalami luka bakar ringan dan lecet akibat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api.
Identitas 14 Korban Luka Bakar
(Disusun ulang dengan format resmi Gulkarmat)
- Azzam, 10 (L) β luka bakar ringan
- Aslan, 6 (L) β luka bakar ringan
- Alesa, 7 (P) β luka bakar ringan
- Emi Sutrima, 41 (P) β luka bakar ringan (kaki kanan & kiri)
- Heri, 39 (L) β luka bakar ringan (kaki kiri)
- Citra, 35 (P) β luka bakar ringan
- Ncum, 60 (P) β luka bakar ringan
- Agus, 43 (L) β luka lecet di kaki
- Azzam, 10 (L) β luka bakar ringan (duplikasi dalam data resmi)
- Nelson, 10 (L) β luka bakar ringan
- Dedi, 45 (L) β luka bakar ringan di punggung
- Nina, 9 (P) β luka lecet di kaki
- Rama, 4 (L) β luka lecet di punggung tangan
- Rafiq, 30 (L) β luka lecet di kaki kiri
Pengungsian Dibuka, Ratusan Warga Kehilangan Rumah
Sebagai langkah cepat, warga terdampak dipusatkan di Lapangan Taman Jati RT 011/RW 04, Kelurahan Jatipulo. Bantuan darurat seperti makanan siap saji, pakaian layak pakai, dan alas tidur mulai didistribusikan petugas.
Kata transisi: Sementara itu, aparat Polsek Palmerah melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Selain itu, petugas juga memeriksa instalasi kabel yang hangus guna memperkuat penyelidikan penyebab kebakaran.
Gulkarmat menegaskan bahwa kawasan padat penduduk seperti Jatipulo sangat rentan kebakaran karena banyaknya sambungan listrik tidak standar.
Hingga saat ini, tim gabungan Gulkarmat, PLN, dan kepolisian sedang mengaudit instalasi listrik yang dianggap menjadi pemicu awal.
Warga sekitar berharap pemerintah memperketat pengawasan kabel listrik ilegal dan memberikan edukasi pencegahan kebakaran kepada warga. (red)





















