POSNEWS.CO.ID, BEIJING – Kelangkaan kartu grafis NVIDIA RTX 50 Series membuat produsen GPU di Asia mengubah strategi pasar.
Produsen kini mendorong penjualan kembali kartu grafis seri lama seperti RTX 3060.
Meskipun demikian, persediaan kartu grafis berbasis arsitektur Blackwell di kawasan Asia terus menipis tajam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Distributor di Tiongkok menyarankan konsumen membeli kartu grafis generasi lama sebagai opsi pengganti sementara.
Sementara itu, peningkatan aktivitas penambangan kripto dan musim promosi belanja lokal semakin memperparah kelangkaan produk baru.
Lonjakan Harga Dan Spesifikasi Seri Lama
NVIDIA memproduksi kembali RTX 3060 12 GB sejak Juni 2026.
Kartu grafis tersebut memakai 3.584 CUDA Core dan manufaktur Samsung 8 nm.
Namun demikian, kebangkitan kartu grafis lama ini justru memicu lonjakan harga yang cukup tinggi di pasar.
Penjual di platform Newegg menaikkan harga unit RTX 3060 Ventus hingga 45 persen.
Harga produk melonjak hingga US$479,99 di pasaran.
Bahkan, kartu grafis berusia 5 tahun tersebut kini memiliki harga jual yang menyerupai produk kelas menengah terbaru.
Kartu seri Ampere ini tidak mendukung fitur DLSS Multi Frame Generation milik RTX 50 Series.
Oleh karena itu, konsumen harus mempertimbangkan keterbatasan teknologi sebelum membeli kartu grafis generasi lama tersebut.
Analisis pasar memprediksi harga GPU lama ini akan bertahan tinggi selama beberapa bulan mendatang.
Dengan demikian, gamer PC menghadapi tantangan besar untuk mendapatkan komponen kartu grafis berharga terjangkau.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













