POSNEWS.CO.ID, TOKYO – Industri permainan Jepang kembali kehilangan salah satu studio legendaris mereka.
Kreator waralaba Yakuza bernama Toshihiro Nagoshi sebelumnya mendirikan studio ini.
Namun demikian, NetEase Games telah menghentikan seluruh dukungan finansial mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan ini membuat nasib proyek permainan perdana mereka menjadi kabur.
Surat kabar nasional Jepang mengumumkan pembubaran ini pada dua November.
Rapat pemegang saham menetapkan penutupan pada tiga puluh satu Oktober.
Toshihiro Nagoshi membangun studio ini pada tahun dua ribu dua puluh satu.
Nasib Proyek GANG OF DRAGON
Studio ini merancang GANG OF DRAGON sebagai proyek utama mereka.
Permainan aksi ini muncul pada penghargaan dua ribu dua puluh lima.
Sementara itu, permainan mengambil latar kawasan Kabukicho di kota Tokyo.
Karakter utama permainan ini melibatkan aktor terkenal bernama Ma Dong-seok.
NetEase mulai menghentikan pendanaan sejak bulan Mei tahun ini.
Proyek ini membutuhkan tambahan dana sekitar tujuh miliar yen Jepang.
Angka tersebut setara dengan empat puluh empat koma empat juta dolar.
Upaya Pencarian Investor Baru
NetEase sebenarnya memberi kesempatan kepada studio untuk melanjutkan proyek mandiri.
Meskipun demikian, studio harus memenuhi berbagai persyaratan ketat dari perusahaan.
Toshihiro Nagoshi sempat mencari investor baru untuk menyelamatkan proyek tersebut.
Pencarian dukungan finansial ini ternyata tidak membuahkan hasil yang positif.
Situs resmi studio kini tidak dapat pengguna akses sama sekali.
Kanal video mereka menghilang beserta kepergian sejumlah anggota tim pengembang.
Oleh karena itu, pengembang menghentikan pembaruan media sosial sejak awal tahun.
Status Laman Steam Permainan
Pengembang belum mengumumkan pembatalan GANG OF DRAGON secara resmi.
Halaman Steam permainan tersebut masih tersedia bagi para pemain.
Bahkan, publik belum mengetahui kepastian mengenai kelanjutan pengembangan proyek ini.
Penerbit lain mungkin saja mengambil alih proyek ambisius ini nanti.
Kejadian ini memperlihatkan risiko ketergantungan studio independen terhadap satu pemodal.
Dengan demikian, proyek besar bisa gagal tanpa adanya investor pengganti.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













