KemenHAM Minta Bentrokan Menteng Tak Dikaitkan dengan SARA

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kanwil KemenHAM Daerah Khusus Jakarta Mikael Azedo Harwito memberikan keterangan terkait bentrokan maut di Menteng dan mengimbau masyarakat tidak mengaitkan peristiwa itu dengan isu SARA. (Posnews/KemenHAM DK Jakarta)

Kepala Kanwil KemenHAM Daerah Khusus Jakarta Mikael Azedo Harwito memberikan keterangan terkait bentrokan maut di Menteng dan mengimbau masyarakat tidak mengaitkan peristiwa itu dengan isu SARA. (Posnews/KemenHAM DK Jakarta)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Daerah Khusus Jakarta mengimbau masyarakat tidak mengaitkan bentrokan maut di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

KemenHAM menilai penyebaran narasi bernuansa SARA berpotensi memperkeruh situasi dan memicu konflik baru.

Kepala Kantor Wilayah KemenHAM Daerah Khusus Jakarta, Mikael Azedo Harwito, meminta masyarakat menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami minta bentrokan yang terjadi tidak mengaitkan ras, suku atau agama tertentu,” kata Mikael kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, aparat penegak hukum harus mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel, dengan tetap menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Selain itu, Mikael mengajak masyarakat tidak mudah terpancing provokasi yang dapat memperburuk situasi keamanan.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta memberikan kepercayaan penuh kepada kepolisian dalam mengusut tuntas peristiwa ini. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persatuan dengan tetap menghormati hukum serta nilai-nilai hak asasi manusia,” ujarnya.

Baca Juga :  Modus Kirim Paket, Peredaran Ganja di Depok Digagalkan Polisi

Masyarakat Diminta Waspadai Informasi Provokatif

KemenHAM Daerah Khusus Jakarta memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kewaspadaan sekaligus mencegah munculnya konflik susulan.

Mikael juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, penyebaran kabar bohong maupun informasi provokatif di media sosial dapat memperbesar konflik dan mengganggu kerukunan warga.

“Saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan, mengedepankan sikap saling menghormati, serta mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif. Percayakan proses hukum yang sedang berjalan,” katanya.

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam kasus bentrokan maut di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga :  Evakuasi Lokomotif KA Argo Bromo di Bekasi Berhasil, 10 Jenazah Belum Teridentifikasi

Ketujuh tersangka berasal dari dua rangkaian peristiwa yang saling berkaitan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, insiden bermula ketika sekelompok orang menggunakan knalpot bising hingga mengganggu warga sekitar.

Teguran dari warga memicu emosi kelompok tersebut.

“Kejadian ini berawal dari suara kebisingan knalpot. Kebisingan knalpot sehingga mengganggu warga lainnya. Dan ini diteriaki, sehingga yang bersangkutan tidak terima,” kata Budi.

Kelompok tersebut kemudian kembali ke lokasi. Karena orang yang menegur tidak lagi berada di tempat, mereka melampiaskan kemarahan dengan merusak gerobak milik pedagang.

Aksi perusakan itu memicu kemarahan warga dan berujung bentrokan yang disertai aksi penganiayaan hingga menimbulkan korban.

Polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap peran masing-masing pelaku dan memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TransJakarta Perpanjang Operasional Rute Blok M–Ancol hingga 02.00 WIB
Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir
Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Diusut, Puslabfor Telusuri Titik Awal Api
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Sabtu 8 Agustus 2026, Jakarta Cerah Berawan
PKB DKI Dorong Perda Pesantren untuk 107 Pesantren Jakarta
Dinkes DKI: Nakes yang Hina Pasien BPJS Yurizal Bukan Pegawai RSUD
MRT Jakarta Ubah Arus Lalu Lintas Glodok dan Kota Tua Mulai 10 Agustus
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Didominasi Cerah Berawan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Diusut, Puslabfor Telusuri Titik Awal Api

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Prakiraan Cuaca Jabodetabek Sabtu 8 Agustus 2026, Jakarta Cerah Berawan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:43 WIB

PKB DKI Dorong Perda Pesantren untuk 107 Pesantren Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Dinkes DKI: Nakes yang Hina Pasien BPJS Yurizal Bukan Pegawai RSUD

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB