BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu keresahan di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Rekaman tersebut memuat pernyataan Asep Setiawan alias Abah Setu yang dinilai sejumlah warga menyinggung Nabi Muhammad SAW.
Reaksi warga pun memanas. Pada Senin malam (7/9/2026), sejumlah massa mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam yang dipimpin Abah Setu untuk meminta penjelasan secara langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi tersebut membuat polisi turun tangan. Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat diterjunkan untuk mencegah kerumunan berkembang menjadi bentrokan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kedatangan warga bertujuan meminta klarifikasi mengenai video yang mereka nilai mengandung dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Video Viral Bikin Warga Resah
Persoalan bermula setelah potongan video Abah Setu menyebar di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, Abah Setu tengah berbicara di hadapan jemaah.
Ia membahas persoalan yang berkaitan dengan syariat dan kemudian menyampaikan pernyataan mengenai Nabi Muhammad SAW yang dipersoalkan warga.
Rekaman tersebut juga memperlihatkan pernyataan agar pengikutnya tidak mengikuti kegiatan mengaji di Majelis Dzikir Nurul Hikam.
Potongan video itu kemudian menyebar luas. Reaksi masyarakat pun muncul hingga sejumlah warga mendatangi lokasi majelis pada Senin malam.
Namun, isi video yang beredar masih menjadi bagian dari persoalan yang harus diverifikasi. Polisi belum menyatakan bahwa Abah Setu terbukti melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Polisi Cegah Massa Main Hakim Sendiri
Melihat jumlah warga yang berkumpul, polisi segera mengambil langkah pengamanan.
Petugas meminta massa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan sendiri. Polisi juga mengarahkan warga untuk menyampaikan dugaan tindak pidana melalui jalur hukum.
“Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian,” kata Budi Hermanto.
Imbauan tersebut akhirnya membuat massa membubarkan diri pada Selasa (8/9) dini hari. Situasi di sekitar lokasi kemudian kembali kondusif.
Langkah polisi menjadi penting agar persoalan yang bermula dari sebuah video tidak berkembang menjadi konflik terbuka di tengah masyarakat.
Abah Setu Bantah dan Klaim Video Diedit AI
Setelah massa membubarkan diri, polisi meminta keterangan dari Asep Setiawan.
Dalam klarifikasi awal, Abah Setu membantah telah menghina Nabi Muhammad SAW.
Ia menyatakan video yang beredar merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian isinya telah diubah menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
“Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI,” ujar Budi.
Klaim tersebut kini menjadi bagian yang perlu diverifikasi lebih lanjut. Polisi perlu memastikan keaslian rekaman, konteks pembicaraan, serta apakah video yang beredar telah mengalami penyuntingan.
Hari Ini Abah Setu Dijadwalkan Mediasi
Persoalan tersebut belum berhenti pada klarifikasi awal.
Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengatakan Abah Setu bersedia mengikuti dialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis (10/9/2026) di Polres Metro Bekasi.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperjelas duduk perkara sekaligus meredam keresahan yang berkembang di masyarakat.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sikap tersebut penting karena video pendek yang beredar di media sosial sering kali kehilangan konteks pembicaraan sebelum dan sesudah bagian yang dipersoalkan. **
Editor : Hadwan













